Kebijakan APBN 2017 Untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi

893
Suasana Bundaran HI yang lenggang saat berlangsung Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau "car free day" di Jakarta, Minggu (21/6). Pemprov DKI tetap mengadakan HBKB pada awal bulan Ramadan walau sepi dari aktivitas dan kegiatan warga. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/nz/15.

Kebijakan pemerintah yang dituangkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 diarahkan untuk tetap berpihak pada momentum pertumbuhan, investasi sumber daya manusia dan infrastruktur, dalam rangka meningkatkan produktivitas, demikian disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam acara Kompas 100 CEO Forum yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center, Jakarta pada Kamis (24/11), sepeti yang dilansir dalam website Kementerian Keuangan.

Untuk itulah sangat diperlukan untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 disusun secara lebih realistis dan kredibel, sehingga mampu mendukung kegiatan ekonomi yang dicanangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM).

Dari sisi pendapatan negara, pemerintah telah menetapkan target sektor perpajakan secara lebih berhati-hati.  Untuk iyu Kebijakan perpajakan 2017, difokuskan antara lain pada peningkatan basis pajak dan kepatuhan wajib pajak, pemberian insentif perpajakan, perbaikan regulasi perpajakan, serta pengenaan cukai untuk pengendalian barang konsumsi tertentu.

Sedangkan di sisi belanja, perbaikan kualitas belanja APBN tetap menjadi prioritas pemerintah. “Anggaran pemerintah pusat dan transfer ke daerah sudah sama, berarti pembangunan akan didorong oleh kinerja Pemda,” tambah Sri Mulyani.

Doni/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here