Harga Gula ICE Akhir Pekan Merosot 1 Persen; Mingguan Masih Positif 0,6 Persen

390

Harga gula berjangka di bursa komoditas ICE Futures New York akhir pekan Sabtu dinihari (12/12) berakhir merosot tertekan penguatan dollar AS.

Dolar AS terus menguat dengan melemahnya Euro setelah keputusan ECB yang melanjutkan pembelian obligasi namun dalam jumlah yang lebih kecil. Menguatnya ekspektasi kenaikan suku bunga AS minggu depan ini juga menguatkan dollar AS.

Menguatnya dolar AS membuat komoditas gula yang berdenominasi dolar ini menjadi lebih mahal dalam mata uang lainnya, sehingga permintaan menurun.

Pada penutupan perdagangan Sabtu dinihari harga gula berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak Maret 2017 terpantau mengalami penurunan. Harga gula berjangka paling aktif tersebut ditutup merosot sebesar -0,21 sen atau setara dengan -1,08 persen pada posisi 19,24 sen per pon.

Secara mingguan harga gula ICE masih positif, naik 0,63 persen. Kenaikan harga gula terdorong peningkatan permintaan etanol di Brazil, mengatasi sentimen bearish pelemahan permintaan dan penguatan dollar AS.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga gula kasar berjangka di New York  pada perdagangan selanjutnya berpotensi melemah terbatas dengan potensi penguatan dollar AS. Harga gula kasar berjangka di ICE Futures New York berpotensi mengetes level Support pada posisi 18,70 sen dan 18,20 sen. Sedangkan level Resistance yang akan diuji jika terjadi kenaikan harga ada pada posisi 19,70 sen dan 20,20 sen per pon.

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here