Market Outlook 12-16 December 2016

317

Minggu lalu bursa pasar modal di Indonesia terpantau menguat dalam kapitalisasi yang meningkat sejalan kenaikan bursa global dan kawasan, sehingga secara mingguan bursa ditutup menguat 1.19% ke level 5,308.13.

Untuk minggu berikutnya (12-16 Desember), IHSG sedang menunjukkan tren penguatan walau dapat ditahan oleh aksi ambil untung sejenak. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di posisi 5375 dan 5491, sedangkan support di level 5230 dan kemudian 5043.

Mata uang rupiah seminggu lalu terlihat kembali menguat setelah konsolidasi walau dollar masih terus perkasa di pasar global, di mana secara mingguan rupiah menguat ke level 13,325. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 13,680 dan 13,723, sementara support di level 13,100 dan 13,000.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

  • Dari kawasan Amerika:berupa rilis data Core Retail Sales m/m, PPI m/m dan Crude Oil Inventories pada Rabu malam; diikuti dengan pengumuman Federal Funds Rate pada Kamis dini hari yang diperkirakan akan naik 25 bp menjadi 0.75%; disambung dengan rilis Core CPI m/m, Philly Fed Manufacturing Index, dan data tenaga kerja Unemployment Claims pada Kamis malam; diakhiri dengan rilis Building Permits pada Jumat malam.
  • Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis data CPI y/y pada Selasa sore; diteruskan dengan rilis Claimant Count Change Inggris pada Rabu sore; kemudian rilis MPC Official Bank Rate Votes untuk BOE pada Kamis sore.
  • Dari kawasan Asia Australia: berupa rilis data Industrial Production y/y China pada Selasa pagi; berikutnya pengumuman BI 7-Day-Repo-Rate pada Kamis siang yang diperkirakan tetap berada di level 4.75% .

Pasar Forex
Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar terlihat tetap kuat –walau agak tertahan- dengan mendekatnya waktu the Fed segera menaikkan suku bunganya bulan ini, di mana secara mingguan index dollar AS terpantau naik tipis ke level 101.550.

EURUSD, pekan lalu euro dollar terpantau konsolidasi sekitar level 1.0560, posisi dua tahun rendahnya. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level support pada 1.0518 dan 1.0463 sementara resistance pada 1.0820 dan kemudian 1.1135.

GBPUSD,  minggu lalu terlihat turun ke level 1.2590 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level support pada 1.2014 dan kemudian 1.2000, sedangkan resistance pada 1.2785 dan 1.3445.

USDJPY,  minggu lalu berakhir menguat ke level 115.24. Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 117.55 dan 120.02, serta support pada 111.25 serta level 106.00.

AUDUSD, aussie dollar terpantau menguat tipis ke level 0.7457. Range minggu ini akan berada di antara support level di 0.7285 dan 0.7145, sementara resistance level di 0.7580 dan 0.7780.

Bursa Saham
Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum menguat searah dengan penguatan bursa global serta oleh pelemahan mata uang yen. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau mengalami penguatan ke level 18,996. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 20045 dan 20045, sementara support pada level 18210 dan lalu 16120. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir menguat ke level 22760. Minggu ini akan berada antara level resistance di 23620 dan 24365, sementara support di  21715 dan 21220.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau berlanjut lagi mencetak rekor tertingginya terdorong oleh optimisme pasar akan pemerintahan baru Trump. Dow Jones Industrial secara mingguan menguat ke level 19670.28, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 19750 dan 20000, sementara support di level 18725 dan 17880. Index S&P 500 minggu lalu menguat ke level 2231.80, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 2260 dan 2300, sementara support pada level 2175 dan 2150.

Pasar Emas
Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau masih terus tertekan di level 10 bulan terendahnya dengan ekspektasi kenaikan bunga the Fed yang mendongkrak dollar, sehingga berakhir dalam harga emas dunia yang melemah ke level $1158.55 per troy ounce. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistance di $1150 dan berikut $1337, serta support pada $1160 dan $1125. Di Indonesia, harga emas terpantau melemah ke level Rp497,496.

Faktor situasi ekonomi dunia, seperti di Amerika, China, juga Eropa sering sekali memengaruhi pergerakan pasar investasi pada banyak pilihan instrumen investasi. Pasar tergoyang oleh ekspektasi pemulihan ekonomi Amerika, misalnya, atau tertekan oleh pelambatan pertumbuhan di China. Pasar nampaknya masih akan fluktuatif pada periode sekarang ini. Dalam kondisi seperti ini, sekarang dan ke depannya, “trading skill” menjadi suatu kebutuhan yang mutlak dimiliki para investor. Kalau Anda perlu bantuan, vibiznews.com lebih dari senang untuk membantu strategi investasi untuk profit Anda. Mari kita jalani fakta pasar ini bersama, dan secara bersama pula memenangkannya. Bagi Anda yang sudah mengalaminya, disampaikan terima kasih dari kami, partner sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

alfred

By Alfred Pakasi ,

CEO Vibiz Consulting
Vibiz Consulting Group

Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here