Ekspor Indonesia Bulan November Meningkat 5,9 Persen

782
Vibizmedia Picture

Badan Pusat Statistik hari ini, Kamis (15/12) merilis nilai ekspor Indonesia November 2016 yang mencapai US$13,50 miliar atau meningkat 5,91 persen dibanding ekspor Oktober 2016.  Demikian juga dibanding November 2015 meningkat 21,34 persen.

Ekspor nonmigas November 2016 mencapai US$12,39 miliar, naik 6,04 persen dibanding Oktober 2016, sementara dibanding ekspor November 2015 naik 28,75 persen.

Peningkatan terbesar ekspor nonmigas November 2016 terhadap Oktober 2016 terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$366,1 juta (20,37 persen), sedangkan penurunan terbesar terjadi pada  besi dan baja sebesar US$67,8 juta (30,57 persen).

Ekspor nonmigas ke Tiongkok November 2016 mencapai angka terbesar yaitu US$1,81 miliar, disusul Amerika Serikat US$1,33 miliar dan Jepang US$1,30 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 35,84 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (28 negara) sebesar US$1,34 miliar.

Sedangkan untuk nilai impor Indonesia November 2016 mencapai US$12,66 miliar atau naik 10,00 persen apabila dibandingkan Oktober 2016, demikian pula jika dibandingkan November 2015 naik 9,88 persen.

Untuk impor nonmigas November 2016 mencapai US$10,90 miliar atau naik 9,39 persen jika dibandingkan Oktober 2016. Demikian pula apabila dibandingkan November 2015 naik 10,31 persen.

Impor migas November 2016 mencapai US$1,76 miliar atau naik 13,89 persen jika dibandingkan Oktober 2016, demikian pula apabila dibandingkan November 2015 naik 7,27 persen.

Peningkatan impor nonmigas terbesar November 2016 adalah golongan mesin dan peralatan listrik US$210,3 juta (15,23 persen), sedangkan penurunan terbesar adalah golongan kapal laut dan bangunan terapung US$55,8 juta (40,97 persen)

Tiga negara asal barang impor nonmigas terbesar Januari–November 2016 adalah Tiongkok dengan nilai US$27,55 miliar (26,04 persen), Jepang US$11,84 miliar (11,20 persen), dan Thailand US$7,95 miliar (7,52 persen). Impor nonmigas dari ASEAN mencapai pangsa pasar 21,57 persen, sementara dari Uni Eropa 9,18 persen.

Doni/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center 
Editor: Asido Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here