Harga Gula ICE Anjlok 3 Persen Tergerus Peningkatan Produksi dan Kenaikan Suku Bunga AS

364

Harga gula berjangka di bursa komoditas ICE Futures New York pada akhir perdagangan Kamis dinihari (15/12) berakhir anjlok terpicu perkiraan peningkatan surplus produksi dan kenaikan suku bunga AS yang menguatkan dollar AS.

Produksi gula di Brasil, produsen dan eksportir terbesar di dunia, telah melonjak selama musim saat ini. Kelompok industri Unica mengatakan Rabu bahwa pabrik pusat-selatan negara itu menghasilkan 1,1 juta ton gula, naik 61%, selama paruh kedua November.

Pabrik Brasil telah diarahkan memproduksi tebu lebih untuk gula, bukan etanol. Campuran produksi untuk paruh kedua bulan lalu adalah 47,3% gula menjadi 52,7% etanol. Setahun sebelumnya, campuran itu 33,1 gula% dan 66,9% etanol.

Juga, Federal Reserve AS menaikkan suku bunga pada Kamis dinihari setelah pertemuan kebijakan dua hari dan meningkatkan harapan untuk kenaikan suku bunga yang lebih tinggi ke depan di AS. Dengan kenaikan suku bunga AS, mata uang Real Brazil cenderung melemah terhadap dolar dan mendorong produsen gula lebih untuk lindung nilai produksi mereka.

Lihat : The Fed AS Naikkan Suku Bunga 25 Bps, Proyeksikan 3 Kenaikan di 2017

Pada penutupan perdagangan dini hari tadi harga gula berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak Maret 2017 terpantau mengalami penurunan. Harga gula berjangka paling aktif tersebut ditutup anjlok sebesar -0,57 sen atau setara dengan -3,06 persen pada posisi 18,03 sen per pon.

Malam nanti akan dirilis data inflasi November AS yang diindikasikan meningkat. Jika terealisir akan menguatkan dollar AS.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga gula kasar berjangka di New York  pada perdagangan selanjutnya berpotensi melemah dengan penguatan dollar AS. Harga gula kasar berjangka di ICE Futures New York berpotensi mengetes level Support pada posisi 17,50 sen dan 17,00 sen. Sedangkan level Resistance yang akan diuji jika terjadi kenaikan harga ada pada posisi 18,50 sen dan 19,00 sen per pon.

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here