Bursa Seoul 16 Desember Berakhir Naik; Mingguan Meningkat 0,87 Persen

435
indeks kospi

Pada penutupan perdagangan bursa saham Korea Selatan akhir pekan Jumat (16/12), indeks Kospi berakhir naik 0,27 persen atau 5,59 poin pada 2.042.24. Penguatan Bursa Saham Korea Selatan terdukung aksi beli investor asing terpicu penguatan bursa Wall Street.

Bursa Saham AS berakhir naik pada akhir perdagangan Jumat dinihari (16/12) dengan investor mencerna data ekonomi dan keputusan Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga. Indeks Dow Jones naik 0,3 persen, menjadi ditutup pada 19,858.24, dengan kenaikan tertinggi saham DuPont. Indeks S & P 500 naik 0,39 persen, menjadi berakhir pada 2,262.03, dengan sektor keuangan memimpin sembilan sektor yang lebih tinggi. Indeks Nasdaq naik 0,37 persen, ke 5,456.85.

Lihat : Bursa Wall Street Berakhir Naik, Dow Jones Menuju Level 20,000

Investor Asing menjadi pembeli bersih saham lokal, membeli lebih dari 144 miliar won (US $ 121 juta).

Analis menyatakan investor asing membeli saham berkapitalisasi besar, seperti Samsung Electronics dan No 2 pembuat chip SK hynix Inc, memberikan dorongan untuk indeks utama.

Sebagian besar saham berkapitalisasi besar dicampur di seluruh papan. Saham Samsung Electronics Co naik 1,93 persen, saham SK hynix naik 1,75 persen, saham Hyundai Motor turun 1,76 persen, saham Samsung Life turun 0,43 persen.

Sementara itu, saham pembuat vaksin hewan didorong lebih tinggi setelah kementerian pertanian Korea Selatan menaikkan status waspada flu burung ke tingkat tertinggi, sebagai penyakit menyebar secara nasional.

Saham Cheil Bio naik 6,79 persen, sedangkan saham Choong Ang Vaksin naik 1,2 persen.

Mata uang lokal ditutup pada 1,183.90 won terhadap dolar AS, turun 5,40 won dari penutupan sesi sebelumnya.

Sedangkan untuk indeks Kospi berjangka terpantau naik 0,15 poin atau 0,06 persen pada 258,50, naik dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya pada 258,35.

Pada pekan ini indeks Kospi bukukan hasil positif, naik 0,87 persen. Kenaikan bursa Seoul sebagian besar didukung aksi beli saham investor asing yang dipicu penguatan bursa Wall Street.

Malam nanti akan dirilis data Building Permits dan Housing Starts November yang diindikasikan menurun. Jika terealisir dapat menekan bursa Wall Street.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bursa Seoul akan bergerak lemah jika bursa Wall Street negatif. Indeks Kospi diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 255.79-252.94 dan kisaran Resistance 261.31-264.40.

Doni/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center 
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here