Dollar AS Melonjak Tertinggi 14 Tahun; Dow Jones Menuju 20,000

483

Bursa Saham AS berakhir naik pada akhir perdagangan Jumat dinihari (16/12) dengan investor mencerna data ekonomi dan keputusan Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga. Indeks Dow Jones naik 0,3 persen, menjadi ditutup pada 19,858.24, dengan kenaikan tertinggi saham DuPont. Indeks S & P 500 naik 0,39 persen, menjadi berakhir pada 2,262.03, dengan sektor keuangan memimpin sembilan sektor yang lebih tinggi. Indeks Nasdaq naik 0,37 persen, ke 5,456.85.

Pasar Asia dibuka naik pada awal perdagangan Jumat (16/12) terpicu penguatan dollar AS dan bursa Wall Street. Terpantau Indeks Nikkei naik 0,53% pada 19.375,29. Indeks ASX 200 turun 0,04 % pada 5.536,10. Indeks Kospi turun 0,08 persen pada 2.035,08.

Dari pasar komoditas, harga minyak mentah berjangka AS pada akhir perdagangan Jumat dinihari (16/12) datar, naik tipis 0,06 persen di 51,07 dollar per barel, setelah anggota OPEC mengatakan akan memotong pasokan minyak mentah sebagai bagian dari kesepakatan untuk mengurangi produksi. Sebelumnya harga jatuh ke level terendah dalam seminggu karena dolar AS menguat menyusul kenaikan suku bunga AS. Harga minyak mentah berpotensi naik dengan optimisme pemotongan produksi OPEC dan non OPEC. Namun jika dollar AS terus menguat, akan menekan harga minyak..

Sedangkan harga emas spot LLG pada akhir perdagangan Jumat dinihari (14/12) berakhir turun 1,2 persen pada 1,129.62 dollar per troy ons, setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga AS, memicu lonjakan imbal hasil Treasury dan menngkatkan dolar ke tertinggi dalam 14 tahun. Harga emas untuk perdagangan selanjutnya akan bergerak lemah setelah The Fed menaikkan suku bunga AS sehingga mendorong peningkatan dollar AS. Namun perlu dicermati aksi bargain hunting setelah harga emas melemah tajam..

Dari pasar valas,  Dollar AS melonjak ke tertinngi 14 tahun setelah The Fed menaikkan suku bunga dan memproyeksikan tiga kenaikan tahun depan.  EURUSD merosot 1,14% pada 1.0412.  GBPUSD tergelincir1.15 % pada 1.2416.  USDJPY naik 0,97 persen pada 118.16. Dollar AS diperkirakan terus lanjutkan penguatan setelah keputusan suku bunga AS. Malam nanti akan dirilis data perumahan AS yang diindikasikan melemah, jika terealisir dapat menekan dollar AS.

Dari pasar modal Indonesia, pada penutupan perdagangan Kamis sore (15/12), Indeks Harga Saham Gabungan berakhir turun 0,16 persen pada 5254,36. Pelemahan IHSG terganjal profit taking investor asing terpicu pelemahan Rupiah setelah The Fed AS menaikkan suku bunga AS yang menguatkan dollar AS. Sentimen negatif masih datang dengan keputusan The Fed menaikkan suku bunga AS yang menguatkan dollar AS sehingga menekan rupiah. Namun diharapkan datang aksi bargain hunting terdukung meningkatnya data ekspor dan optimism pertumbuhan ekonomi Indonesia. IHSG  untuk perdagangan selanjutnya, diperkirakan akan ada di kisaran support 5168-5195 dan resisten  5285-5310. Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini: BBTN, JSMR, PGAS dan WSKT.

Hari ini pasar akan mencermati  Data perdagangan Singapura,  Balance of Trade, Inflasi November Zona Eropa, Balance of Trade Italia, Building Permits, Housing Starts November AS.

Editor : Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here