Harga Komoditas Naik; Ketegangan Politik AS-Tiongkok Membayangi Pasar

473

Bursa Saham AS ditutup lebih rendah pada akhir perdagagangan akhir pekan Sabtu dinihari (17/12), tertekan kinerja buruk sektor keuangan dan kekhawatiran baru ketegangan geopolitik. Reuters melaporkan pada awal perdagangan bahwa kapal perang Angkatan Laut Tiongkok telah menyita sebuah pesawat tak berawak di bawah air yang diluncurkan oleh kapal oseanografi Amerika di perairan internasional di Laut Cina Selatan, memicu protes diplomatik resmi dari Amerika Serikat dan permintaan untuk pengembalian. Indeks Dow Jones ditutup lebih rendah 0,04 persen, di 19,843.41, dengan penurunan tertinggi saham Caterpillar. Indeks Dow naik 0,44 persen untuk seminggu. Indeks S & P 500 ditutup turun 0,18 persen, pada 2,258.07 dengan sektor Keuangan memimpin lima sektor yang lebih rendah. Indeks kehilangan 0,06 persen untuk seminggu. Indeks Nasdaq ditutup turun 0,36 persen, pada 5,437.16. Indeks kehilangan 0,13 persen untuk minggu ini.

Pasar Asia bergerak mixed pada awal perdagangan Senin (19/12) setelah bursa Wall Street merosot. Terpantau Indeks Nikkei turun 0,24% pada 19.355,44. Indeks ASX 200 naik 0,68 % pada 5.570,70. Indeks Kospi turun 0,17 persen pada 2.038,74.

Dari pasar komoditas, harga minyak mentah berjangka AS pada akhir perdagangan akhir pekan Sabtu dinihari (17/12) naik 2 persen di 51,90 dollar per barel, merayap mendekati level tertinggi baru 17-bulan setelah produsen menunjukkan tanda-tanda menjalankan kesepakatan global untuk mengurangi produksi. Secara mingguan harga minyak mentah masih positif sekitar 1 persen. Harga minyak mentah berpotensi naik dengan optimisme pemotongan produksi OPEC dan non OPEC. Namun perlu dicermati aksi profit taking setelah harga minyak naik.

Sedangkan harga emas spot LLG pada akhir perdagangan akhir pekan Sabtu dinihari (17/12) berakhir naik 0,5 persen pada 1,134.11 dollar per troy ons, karena dolar AS dan bursa Wall Street merosot. Secara mingguan harga emas turun lebih dari dua persen, membawa pada kerugian mingguan keenam berturut-turut. Harga emas untuk perdagangan selanjutnya akan bergerak naik dengan melemahnya dollar AS dan bursa Wall Street. Namun perlu dicermati pergerakan dollar AS selanjutnya.

Dari pasar valas,  Dollar AS akhir pekan turun tipis tertekan aksi profit taking. EURUSD naik 0,32% pada 1.0445.  GBPUSD naik 0.53 % pada 1.2482.  USDJPY turun 0,23 persen pada 117.88. Dollar AS diperkirakan terus lanjutkan pelemahan dengan kekuatiran geopolitik. Jika malam nanti data Markit Services dan Composite menunjukkan pelemahan, akan menekan dollar AS.

Dari pasar modal Indonesia, pada penutupan perdagangan akhir pekan Jumat sore (16/12), Indeks Harga Saham Gabungan berakhir turun 0,43 persen pada 5231,65. Pelemahan IHSG terganjal profit taking investor asing terpicu pelemahan Rupiah setelah The Fed AS menaikkan suku bunga AS.

Sentimen positif datang dari penguatan harga minyak mentah yang dapat mengangkat harga komoditas serta stabilnya suku bunga pasca kenaikan Fed rate. Namun perlu dicermati pelemahan Wall Street yang dapat menjadi sentiment negatif. IHSG  untuk perdagangan selanjutnya, diperkirakan akan ada di kisaran support 5195-5217 dan resisten  5271-5300 Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini: TLKM, LSIP, LPPF dan JSMR.

Hari ini pasar akan mencermati Data perdagangan Jepang, House Price Index Tiongkok, Unemployment Rate Hong Kong, Ifo Business Jerman, Markit Composite, Markit Services AS.

Editor : Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here