Sektor Konsumer Dan Industri Tekan IHSG Dibawah 5.200

332

Bursa Efek Indonesia, Jakarta sore hari ini ditutup dibawah penutupan terendah bulan ini, yang turun sampai 5,198.75 di tanggal 1 Desember yang lalu.

Sektor Konsumer yang anjlok sebesar 1,63% dan industri dasar sebesar 1,6% menekan IHSG sehingga ditutup turun sebesar 39,74 poin atau 0,76% ke level 5,191.91.

Demikian juga dengan indeks saham-saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45, ditutup turun menjadi 865.06 dimana hari ini dibuka di 873.68.

Dari ringkasan perdagangan saham hari ini, total nilai perdagangan sebesar Rp.5,7 trilun dengan jumlah saham yang diperjual belikan sebanyak 10,5 miliar lembar.

Hari ini PT Bintang Oto Global Tbk hari ini, Senin tanggal 19 Desember 2016 resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

Perusahaan yang diberi kode saham BOGA ini didirikan tanggal 29 September 2011 dengan nama PT Sumber Utama Niaga. BOGA berkantor pusat di Jl. S. Supriadi No. 19-22 Sukun, Malang, Jawa Timur – Indonesia.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan BOGA adalah adalah bergerak di bidang perdagangan dan investasi pada entitas anak yang bergerak pada bidang perdagangan kendaraan, suku cadang, jasa perawatan dan perbaikan kendaraan serta penyewaan kendaraan. Saat ini, kegiatan utama PT Bintang Oto Global adalah perusahaan otomotif terintegrasi yang memiliki lini usaha dealership, auto rental, auto service dan used car retailer. Mobil yang dipasarkan adalah mobil Honda.

Pada tanggal 08 Desember 2016, BOGA memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham BOGA (IPO) kepada masyarakat sebanyak 1.800.000.000 saham dengan nilai nominal Rp100,- per saham dengan harga penawaran Rp103,- per saham disertai dengan Waran Seri I sebanyak 630.000.000 dengan pelaksanaan sebesar Rp110,- per saham. Saham dan waran tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 19 Desember 2016.

Pada sesi kedua, saham BOGA dikenakan auto rejection nilai saham saat mencapai Rp175 per saham. Auto reject adalah penolakan secara otomatis oleh Jakarta Automatic Trading System (JATS) terhadap penawaran jual dan permintaan beli yang dimasukkan ke dalam JATS sebagai akibat dilampauinya batasan harga yang ditetapkan oleh BEI.

Hari ini pihak otoritas bursa juga mengeluarkan Pengumuman UMA untuk PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) dikarenakan terjadi peningkatan harga dan aktivitas saham BJBR di luar kebiasaan.

Selasti Panjaitan/ VMN/VBN/ Senior Analyst Stocks-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here