Rupiah Rabu 21/12 Berakhir Merah, Capital Inflow Terpangkas

648

Mengakhiri perdagangan pasar valas tanah air hari Rabu (20/12), pergerakan  rupiah yang sejak awal perdagangan anjlok masih bergerak negatif di range bearishnya. Rupiah sulit rebound dikarenakan kuatnya sentimen kenaikan Fed rate yang menguras banyak modal sing dari pasar keuangan tanah air.

Lihat: Dollar AS Sesi Eropa Masih Sepi, Sentimen Libur Natal Membayangi

Bertambahnya pelemahan rupiah hingga akhir perdagangan bursa   mengurangi   modal asing masuk  bursa  yang sejak sesi pertama sudah melebihi arus keluarnya sehingga tercetak net buy  sebesar Rp151 miliar lebih.  Namun support modal investor asing  ini tidak dapat membantu   IHSG yang anjlok  1%.

Lihat: IHSG 21 Desember Berakhir Turun 1 Persen Tergerus Pelemahan Rupiah

Pergerakan kurs rupiah di pasar spot sore ini bergerak negatif dengan posisi penurunan 0,16% dari perdagangan sebelumnya dan kini bergerak pada kisaran Rp13459/US$ setelah  dibuka kuat pada level Rp13440/US$. Untuk kurs Jisdor dan kurs transaksi antar bank yang ditetapkan Bank Indonesia hari ini  diperlemah dari perdagangan sebelumnya.

Kurs jisdor yang ditetapkan Bank Indonesia lebih lemah di 13473 dari perdagangan sebelumnya  di 13393, demikian kurs transaksi antar bank juga diperlemah ke 13540 dari  perdagangan sebelumnya 13460.

Dan untuk pergerakan kurs Rupiah esok pagi diperkirakan akan menguat  jika posisi  dollar AS tertekan oleh  banyak rival utamanya hingga perdagangan sesi Amerika berakhir.

Joel/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor : Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here