Wall Street, Minyak Mentah dan Dollar AS Merosot

344

Bursa saham AS berakhir turun pada akhir perdagangan Kamis dinihari (22/12), tertekan pelemahan minyak mentah dan kinerja buruk sektor real estate, sementara indeks Dow Jones gagal menembus level 20.000. Indeks Dow Jones tergelincir 0,16 persen, menjadi ditutup pada 19,941.96, dengan penurunan tertinggi saham Merck. Indeks S & P 500 turun 0,25 persen, menjadi berakhir pada 2,265.18, dengan sektor real estat memimpin delapan sektor yang lebih rendah. Indeks Nasdaq turun 0,23 persen, ke 5,471.43.

Pasar Asia bergerak mixed pada awal perdagangan Kamis (19/12) setelah bursa Wall Street merosot. Indeks Nikkei turun 0,3% pada 19.386,17. Indeks ASX 200 naik 0,33 % pada 5.631,99. Indeks Kospi naik 0,13 persen pada 2.040,61.

Dari pasar komoditas, harga minyak mentah berjangka AS pada akhir perdagangan Kamis dinihari (22/12) merosot 1,5 persen di 52,49 dollar per barel, setelah laporan persediaan minyak mentah mingguan AS menunjukkan kenaikan yang mengejutkan. Persediaan minyak mentah AS naik 2,3 juta barel dalam pekan sampai 16 Desember dengan kilang menaikkan produksi, sementara persediaan bensin dan persediaan distilasi turun, demikian laporan Energy Information Administration (EIA) AS. harga minyak mentah berpotensi bergerak naik setelah dollar AS melemah. Juga potensi bargain hunting bisa mangangkat harga.

Sedangkan harga emas spot LLG pada akhir perdagangan Kamis dinihari (22/12) berakhir turun tipis 0,04 persen pada 1,131.88 dollar per troy ons, bertahan di atas terendah 10,5 bulan pekan lalu, terbantu mundurnya dolar AS dari tertinggi 14-tahun dan melemahnya bursa Wall Street. harga emas untuk perdagangan selanjutnya berpotensi naik dengan melemahnya dollar AS dan bursa Wall Street.

Dari pasar valas,  Dollar AS retreat dari posisi puncak 14 tahun semalam tertekan aksi profit taking. EURUSD naik 0,36% pada 1.0423.  GBPUSD turun 0.12 % pada 1.2351.  USDJPY turun 0,25 persen pada 117.55. Malam nanti akan dirilis data PDB kuartal ketiga AS yang diindikasikan meningkat, jika terealisir akan menguatkan dollar AS.

Dari pasar modal Indonesia, pada penutupan perdagangan Rabu sore (21/12), Indeks Harga Saham Gabungan berakhir turun 0,99 persen pada 5111,39. Pelemahan IHSG terganjal pelemahan mata uang Rupiah. Pelemahan bursa Wall Street dan minyak mentah bisa menjadi sentiment negatif. Namun retreatnya dollar AS yang menguatkan Rupiah dapat mendukung kenaikan IHSG. IHSG  untuk perdagangan selanjutnya, diperkirakan akan ada di kisaran support 5075-5100 dan resisten  5200-5220. Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini: BBRI, WSKT, TLKM dan LPPF.

Hari ini pasar akan mencermati Data investasi asing Jepang, Consumer Confidence Desember Inggris,  Harga Export dan Impor November Jerman, Durable Goods Orders, PDB Q3 AS.

Editor : Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here