Harga Gula ICE Tahun 2016 Menjadi Mahal, Naik Tinggi 29 Persen

443

Harga gula berjangka di bursa komoditas ICE Futures New York akhir tahun 2016 hari Sabtu dinihari (31/12) berakhir naik terpicu penurunan produksi India.

Dealer mengatakan kenaikan harga gula telah didorong sebagian oleh pembicaraan bahwa produksi di India bisa lebih rendah dari perkiraan sebelumnya. Kekeringan telah menahan produksi dalam negara bagian kunci di Maharashtra.

Pada penutupan perdagangan akhir tahun harga gula berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak Maret 2017 terpantau mengalami kenaikan. Harga gula berjangka paling aktif tersebut ditutup naik 0,02 sen atau setara dengan 0,10 persen pada posisi 19,51 sen per pon.

Harga gula tahun 2016 melonjak 29,21 persen, sebagian besar terdorong perkiraan defisit produksi juga penguatan Real Brazil.

Seperti pada bulan September harga gula ICE melonjak 9,47 persen. Lonjakan utamanya didukung oleh kenaikan harga gula 8 persen pada minggu ketiga September dipicu perkiraan defisit produksi.

Pada minggu akhir bulan Agustus harga gula juga melonjak 4,25 persen, sebagian besar terdukung kekuatiran pengetatan produksi dan meningkatnya permintaan, serta pelemahan dollar AS.

Juga pada minggu pertama Agustus, harga gula ICE sempat melonjak 6,82 persen, sebagian besar terdukung penguatan Real Brazil dalam 2 sesi terakhir pekan tersebut.

Demikian juga minggu pertama bulan Juni, harga gula melonjak sebesar 7,02 persen, sebagian besar dipicu gangguan produksi dan penguatan Real Brazil.

Malam nanti akan dirilis data ISM Manufacturing Desember yang diindikasikan meningkat. Jika terealisir akan menguatkan dollar AS.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga gula kasar berjangka di New York  pada perdagangan selanjutnya berpotensi melemah jika dollar AS terealisir menguat. Harga gula kasar berjangka di ICE Futures New York berpotensi mengetes level Support pada posisi 19,00 sen dan 18,50 sen. Sedangkan level Resistance yang akan diuji jika terjadi peningkatan harga ada pada posisi  20,00 sen dan 20,50 sen per pon.

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here