Dollar AS Merosot Lagi, Emas Melonjak

582

Bursa saham AS ditutup mixed pada perdagangan hari Jumat dinihari (6/1) pengaruh ketidakpastian atas beberapa kebijakan Presiden terpilih Donald Trump. Dow Jones turun 0,21% di 19,899.29 dengan penurunan saham Traveler, SP500 turun 0,08% ke 2269,00 dengan sektor keuangan memimpin enam sektor yang lebih rendah serta Nasdaq naik 0,2% ke 5,487.94.

Perdagangan bursa saham Asia pagi ini dibuka mixed pengaruh bursa Wall Street dan merosotnya saham mobil Jepang Toyota lebih dari 2%, Nikkei turun 0,47% ke 19.428,67, ASX 200 naik 0,18% ke 5763,70serta Kospi naik 0,40% ke 2050,02.

Dari pasar komoditas, harga emas menyentuh tertinggi 1,4% menjadi USD 1,180.06 per troy ons dalam empat minggu pada akhir perdagangan Jumat dinihari (06/01) karena dolar AS merosot lebih lanjut dari tertinggi 14 tahun yang dicapai awal pekan ini. Harga minyak mentah naik 0,9% menjadi USD 53,76 per barel pada akhir perdagangan Jumat dinihari (06/01), terangkat oleh tindakan Arab Saudi yang telah memangkas produksi untuk memenuhi kesepakatan produsen OPEC dan Non OPEC.

Dari pasar valas, melemahnya dolar AS di posisi terendah tiga minggu terhadap mata uang utama lainnya, EURUSD naik 1,09% ke  level 1.06015, GBPUSD naik 0,76% ke level 1.24126, USDJPY turun 1,61% ke level 115.336.

Dari pasar modal Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan hari Kamis (5/1) naik 0,5% ke posisi 5325,50, Penguatan IHSG terdorong menguatnya mata uang Rupiah. Sentimen positif masih datang dari penguatan rupiah dan juga kenaikan harga minyak mentah dunia. Namun diwaspadai juga dengan sentimen anjloknya bursa saham Amerika semalam yang dapat terimbas dengan bursa Asia. Hari ini, IHSG diperkirakan akan berada di kisaran support 5185-5228 dan kisaran resistance 5327-5346. Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini : ADRO, KLBF, LSIP dan WSKT.

Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here