Presiden Donald Trump Kecewakan Dollar AS

1596

Setelah Presiden AS baru yang terpilih bulan November lalu dalam pilpres negara tersebut melakukan pers conference pertama kalinya dihadapan publik, dollar AS yang sebelumnya bergerak kuat ambruk kembali. Padahal dollar sudah melaju kencang ke posisi tertinggi 14 tahun pasca kemenangan Donald Trump sebagai Presiden AS terbaru menggantikan Obama yang sudah menjabat 2 periode.

Para penggemar dollar AS sangat kecewa dengan konferensi pers semalam (11/1), pasalnya tidak ada pernyataan Presiden Trump yang menjabarkan arahan kebijakan stimulus ekonomi yang akan dilakukan untuk ekonomi AS. Pasar ingin mendapat kepastian arahan menindaklanjuti janji-janji kampanye Trump.

Lihat: Konferensi Pers Trump Tidak Membahas Stimulus Fiskal dan Kebijakan Ekonomi

Mengakhiri  perdagangan forex sesi Amerika  hari Rabu  (12/1) dollar AS alami tekanan yang sangat kuat dari banyak rival utamanya, dan yang paling besar tekanan datang dari laju aussie dollar pasca rebound kuat harga minyak mentah. Tekanan kuat berikutnya datang dari anjloknya yield obligasi AS sehingga membuat yen, euro serta komoditas emas diburu.

Indeks dolar yang mengukur kekuatan dollar AS terhadap enam mata uang utama pada akhir perdagangan sesi Amerika anjlok  ke posisi 101.70. Sedangkan perdagangan sesi Asia pagi   dibuka lebih kuat ke posisi 101.72 dan sempat bergerak pada posisi tertinggi di 101.79.

Joel/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here