Harga Gula ICE Naik 1 Persen Terdukung Pelemahan Dollar AS dan Kenaikan Minyak Mentah

378

Harga gula berjangka ICE ditutup naik pada akhir perdagangan bursa ICE Futures New York Rabu dini hari (18/01). Harga komoditas ini mengalami penguatan terdukung pelemahan dollar AS dan kenaikan harga minyak mentah.

Dollar AS jatuh terendah empat pekan dinihari tadi setelah komentar Trump yang menyatakan dolar AS yang terlalu kuat membuat sulit bagi perusahaan Amerika untuk bersaing dengan Tiongkok, dalam sebuah wawancara dengan Wall Street Journal.

Melemahnya dolar AS membuat komoditas gula yang berbasis dolar ini menjadi lebih murah dalam mata uang lainnya.

Kenaikan harga minyak mentah AS juga mendukung harga gula. Harga minyak mentah sedikit lebih tinggi pada akhir perdagangan Rabu dinihari (18/01) terpicu penurunan dolar AS dan komentar Arab Saudi yang akan mematuhi komitmen OPEC untuk memangkas produksi.

Harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) ditutup naik 11 sen atau 0,2 persen pada $ 52,48 per barel, turun dari puncak sesi $ 53,52.

Harga minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional untuk harga minyak, turun 38 sen pada $ 55,48 per barel pada 14:35 ET (1935 GMT). Mereka sebelumnya naik menjadi $ 56,95.

Lihat : Harga Minyak Mentah Naik Terdukung Pelemahan Dollar AS dan Pemotongan Produksi Arab Saudi

Para pedagang mengantisipasi bahwa harga minyak yang lebih tinggi akan mendorong produsen tebu lebih memilih mengkonversi tebu menjadi etanol dibandingkan gula, sehingga produksi gula menurun dan semakin meningkatkan harga gula.

Pada penutupan perdagangan dini hari tadi harga gula berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak Maret 2017 terpantau naik. Harga gula berjangka paling aktif tersebut ditutup naik sebesar 0,21 sen atau setara dengan 1,02 persen pada posisi 20,73 sen per pon.

Malam nanti akan dirilis data Inflatioin Rate dan Produksi Industri AS bulan Desember yang diindikasikan meningkat. Jika terealisir akan menguatkan dollar AS.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa harga gula berjangka untuk perdagangan selanjutnya berpotensi lemah dengan penguatan dollar AS. Harga gula kasar berjangka di ICE Futures New York berpotensi mengetes level Support pada posisi 20,20 sen dan 19,70 sen. Sedangkan level Resistance yang akan diuji jika terjadi kenaikan harga ada pada posisi 21,20  sen dan 21,70 sen.

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here