Komentar Trump Lemahkan Dollar AS; Pidato PM Inggris Kuatkan Pound

484

Bursa saham AS jatuh pada akhir perdagangan Rabu dinihari (18/01), dengan sektor keuangan tertinggal, karena pasar menantikan rincian seputar kebijakan Presiden terpilih AS Donald Trump. Indeks Dow Jones turun 0,3 persen, menjadi ditutup pada 19,826.77, dengan penurunan tertinggi JPMorgan Chase. Indeks S & P 500 turun 0,3 persen, ke 2,267.89, dengan sektor keuangan memimpin lima sektor yang lebih rendah. Indeks Nasdaq tergelincir 35,39 poin, atau 0,63 persen ke 5,538.73.

Bursa Asia dibuka lemah pagi ini tertekan pelemahan Wall Street. Terpantau Indeks Nikkei turun 0,72 % pada 18.677,41 tertekan penguatanYen. Indeks ASX 200 turun 0,67 % pada 5.661,30 terbebani saham keuangan. Indeks Kospi turun 0,49 persen pada 2.061,68.

Dari pasar komoditas, harga minyak mentah berjangka AS pada akhir perdagangan Rabu dinihari (18/01) naik 0,2 persen di 52,48 dollar per barel, terpicu penurunan dolar AS dan komentar Arab Saudi yang akan mematuhi komitmen OPEC untuk memangkas produksi. harga minyak mentah berpotensi naik dengan pelemahan dollar AS. Juga akan mencermati pelaksanaan kesepakatan pemotongan produksi OPEC dan Non OPEC, jika terjadi pemotongan akan mengangkat harga dan sebaliknya. Namun peningkatan produksi minyak mentah AS diperkirakan masih menekan harga minyak mentah selanjutnya.

Sedangkan harga emas spot LLG pada akhir perdagangan Rabu dinihari (18/01) berakhir melonjak 1,1 persen pada 1,215.90 dollar per troy ons, merupakan tertinggi dalam hampir delapan minggu setelah Presiden terpilih AS Donald Trump mengatakan dolar AS “terlalu kuat,” sehingga menekan daya saing AS terhadap Tiongkok. Harga emas untuk perdagangan selanjutnya berpotensi naik jika pelemahan dollar terus berlanjut dan meningkatnya permintaan fisik Tiongkok.

Dari pasar valas,  Dollar AS jatuh terendah empat pekan dinihari tadi setelah komentar Trump yang menyatakan dolar AS yang terlalu kuat membuat sulit bagi perusahaan Amerika untuk bersaing dengan Tiongkok, dalam sebuah wawancara dengan Wall Street Journal. Sementara poundsterling mencapai tertinngi 2 minggu terhadap dollar AS setelah pidato PM Inggris Theresa May memberikan ketenangan terkait proses Brexit. EURUSD naik 1,07% pada 1.0709.  GBPUSD melonjak 3.04 % pada 1.2409.  USDJPY merosot 1,38 persen pada 112.60.  Dollar AS diperkirakan masih bergerak melemah. Namun jika malam nanti data inflasi AS meningkat akan menguatkan dollar AS.

Dari pasar modal Indonesia, Pada penutupan perdagangan Selasa sore (17/01), Indeks Harga Saham Gabungan berakhir turun tipis 0,06 persen pada 5266,94. Pelemahan IHSG terdorong kekuatiran Hard Brexit diimbangi dengan penguatan Rupiah. Sentimen positif datang dari kenaikan harga minyak mentah pasca anjlok parahnya Dollar AS dan dibayangi oleh buruknya kinerja bursa saham AS. Secara teknikal  pergerakan   IHSG  untuk perdagangan selanjutnya, diperkirakan akan ada di kisaran support 5239-5260 dan resisten  5294-5314.  Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini:  BBCA, CPIN, KAEF dan PGAS.

Hari ini pasar akan mencermati data  Westpac Consumer Confidence Januari Australia, juga beberapa data  Inflation Rate Desember Malaysia, Jerman, Zona Eropa, AS. Akan ada Unemployment Rate November Malaysia dan Inggris, Car Sales Desember Indonesia, Produksi Industri Desember AS.

Editor : Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here