INCO Punya Alasan Kuat Divestasi Saham 40%, Sahamnya Melompat Tinggi

402

Jelang akhir perdagangan saham hari Kamis (26/1), saham  PT. Vale Indonesia Tbk. (INCO) yang bergerak dalam range bearish 2 pekan terakhir sejak anjlok ke posisi terendah sejak bulan Juli 2016 pada perdagangan 13 Januari lalu bergerak sangat kuat melampaui kekuatan 2 hari perdagangan terakhir. Penguatan INCO menghiraukan sentimen penurunan harga nikel yang sering pengaruhi pergerakan sahamnya.

Baru-baru ini diberitakan kewajiban divestasi saham INCO hanya 40% dan tidak sesuai peraturan pemerintah terbaru. Perseroan beralasan bahwa Peraturan Pemerintah No 1 Tahun 2017 tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Pemerintah No 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara berlaku bagi perusahaan yang memproduksi konsentrat saja, sedang produk ekspor INCO merupakan hasil pemurnian.

Untuk prospek bisnis di tahun 2017, INCO diberitakan meningkatkan target pendapatan  menjadi USD744 juta setelah target pendapatan  tahun 2016 hanya USD585 juta. Demikian juga dengan  bottom line ditinggikan menjadi USD53 juta dari target tahun lalu USD35 juta.

Setelah pasar saham Kamis pagi  (21/1) dibuka, saham Saham INCO langsung  melompat naik  ke posisi  2320  setelah sebelumnya ditutup pada posisi 2300. Kemudian saham terus naik  hingga ke posisi 2390 dengan volume perdagangan saham   mencapai 216 ribu lot  saham.

Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham INCO masih bearish  dengan   indikator MA   menurun tajam dan indikator Stochastic masih turun  di  area jenuh jualnya.

Sementara itu  indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik  dengan +DI bergerak naik  berpotensi rally. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, rekomendasi saham INCO berikutnya pada kisaran support di posisi 2310 dan level resisten di 2445.

Lens Hue/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here