Kebijakan Trump Bawa Wall Street Cetak Rekor; Dolar AS dan Komoditas Merosot

612

Bursa saham AS berakhir tertinggi sepanjang masa pada akhir perdagangan Kamis dinihari (26/01) setelah serangkaian perintah eksekutif dari Presiden Donald Trump mendorong sentimen bullish di Wall Street, sementara sektor keuangan mengungguli.  Indeks Dow Jones Industrial Average berhasil menembus level 20,000 pertama kali, naik 0,78 persen, menjadi ditutup pada 20,068.51, dengan kenaikan tertinggi saham Boeing. Indeks S & P 500 naik 0,80 persen, menjadi berakhir pada 2,298.37, dengan sektor keuangan memimpin delapan sektor yang lebih tinggi. Indeks Nasdaq naik 0,99 persen, menjadi ditutup pada 5,656.34.

Bursa Asia dibuka naik setelah Bursa Wall Street cetak rekor tertinggi dan Dow Jones menembus level 20,000 untuk pertama kali. Terpantau Indeks Nikkei melonjak 1,25 % pada 19.295,02. Indeks ASX 200 naik 0,38 % pada 5.671,51. Indeks Kospi naik 0,63 persen pada 2.079,99.

Dari pasar komoditas, harga minyak mentah berjangka AS pada akhir perdagangan Kamis dinihari (26/01) turun 0,18 persen di 52,75 dollar per barel, setelah laporan dari Administrasi Informasi Energi AS yang menunjukkan persediaan minyak mentah AS naik dan cadangan bensin meningkat tajam. Harga minyak mentah berpotensi melemah dengan kenaikan persediaan minyak mentah mingguan AS. Namun jika pelemahan dollar AS berlanjut dapat mengangkat harga.

Sedangkan harga emas spot LLG pada akhir perdagangan Kamis dinihari (26/01) berakhir merosot 1,0 persen pada 1,196.79 dollar per troy ons, karena harapan baru bahwa Presiden AS Donald Trump akan mengeluarkan kebijakan belanja yang mendukung pertumbuhan mendorong kenaikan pasar saham dan mengikis daya tarik safe haven. harga emas berpotensi lemah dengan penguatan bursa saham Wall Street yang dapat mengurangi permintaan safe haven. Namun jika dollar AS terus melemah dapat menjadi potensi penguat emas.

Dari pasar valas, Dolar AS berjuang dekat posisi terendah tujuh minggu pada hari Kamis di tengah kekhawatiran yang berkembang atas kebijakan proteksionis Presiden AS Donald Trump termasuk perintah eksekutif untuk membangun dinding perbatasan AS-Meksiko. Terpantau EURUSD naik 0,13% pada 1.0761.  GBPUSD naik 0.09 % pada 1.2642.  USDJPY naik 0,03 persen pada 113.24.  Dollar AS diperkirakan menguat dengan optimisme ekonomi pemerintahan Presiden Trump.

Dari pasar modal Indonesia, pada penutupan perdagangan Rabu sore (25/01), Indeks Harga Saham Gabungan berakhir datar, naik tipis 0,03 persen pada 5293,78. Pergerakan datar IHSG terpicu kenaikan bursa Asia namun tertahan dengan pelemahan mata uang Rupiah.

Sentimen positif hari ini akan datang dari penguatan bursa Wall Street yang mencapai rekor tertinggi dan indeks Dow Jones menyentuh level 20,000 untuk pertama kali dan pelemahan dollar AS yang dapat memicu kenaikan Rupiah.  IHSG  untuk perdagangan selanjutnya, diperkirakan akan ada di kisaran support 5266-5280 dan resisten  5318-5336.  Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini:  ASII, BBCA, ICBP dan CPIN.

Hari ini pasar akan mencermati data Business Confidence Januari Korea Selatan, Business Sentiment Indicator, Consumer Sentiment Januari Tiongkok, Unemployment Rate Q4, Produksi Industri Desember Singapura, Gfk Consumer Confidence Januari Jerman, Data perdagangan Desember Hong Kong, GDP Growth Rate Q4 Inggris, Jobless Claim, Markit Service-Composite Desember, New Home Sales Desember.

Editor : Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here