Dollar AS Masih Lemas Setelah Dihajar Yen Semalam

587

Kondisi pergerakan nilai tukar dollar AS setelah dihajar oleh aset safe haven akhiri perdagangan awal pekan semalam masih lemah sekali,  bahkan masuki perdagangan sesi Asia hari Selasa (31/1) anjlok terhadap banyak mata uang dunia. Padahal secara fundamental nilai yield obligasi Amerika sedang naik dari perdagangan akhir pekan lalu.

Pada sesi Amerika pasar global panik dengan aksi Presiden AS Donald Trump beberapa hari terakhir khususnya permasalahan imigran, yaitu dengan melarang masuk imigran dari 7 negara mayoritas muslim. Sebelumnya pasar dikhawatirkan dengan kebijakan perdagangan luar negeri yang sangat proteksionis.

Kekhawatiran pasar tersebut membuat aset safe haven diburu seperti kurs yen Jepang dan juga logam mulia, dan mata uang yang masuk dalam kategori aset beresiko alami tekanan jual. Semua mata uang yang diperdagangkan dengan yen alami profit taking terhadap yen yang masih menguat pagi ini.

Terhadap rival-rival lainnya pada perdagangan semalam, dollar AS masih menekannya oleh kekuatan data personal spending Amerika bulan Desember yang dilaporkan meningkat dan juga kenaikan yield obligasi. Sepanjang hari diperkirakan laju dollar AS masih akan lambat seiring dengan proyeksi penguatan rival-rivalnya.

Indeks dolar yang mengukur kekuatan dollar AS terhadap enam mata uang utama di akhir perdagangan sesi Amerika beberpa jam lalu  turun  ke posisi 100,44 setelah dibuka pada posisi 100.33. Perdagangan akhir pekan dollar AS ditutup pada posisi 100.53

Joel/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here