Pasar Bergejolak Merespon Kebijakan Imigrasi Trump, Harga Emas Naik

493

Bursa saham AS ditutup lebih rendah pada akhir perdagangan hari Selasa dinihari (31/01), sebagai hari terburuk mereka tahun ini, terpicu kegelisahan pasar dengan dikeluarkannya kebijakan imigrasi AS oleh pemerintahan Trump. Indeks Dow Jones jatuh 0,61 persen, menjadi ditutup pada 19,971.13, dengan penurunan tertinggi saham Caterpillar. Indeks S & P 500 turun 0,6 persen, menjadi berakhir pada 2,280.90, dengan energi memimpin sembilan sektor yang lebih rendah. Indeks Nasdaq turun 0,83 persen, menjadi ditutup 5,613.71.

Bursa Asia dibuka lemah pagi ini mengikuti kemerosotan Bursa Wall Street. Terpantau Indeks Nikkei turun 0,94 % pada 19.186,32 tertekan penguatan Yen. Indeks ASX 200 merosot 0,71 % pada 5.621,10. Indeks Kospi turun 0,31 persen pada 2.077,03.

Dari pasar komoditas, harga minyak mentah berjangka AS pada akhir perdagangan Selasa dinihari (31/01) turun 1 persen di 52,63 dollar per barel, dengan meningkatnya kegiatan pengeboran AS memberikan kecemasan atas peningkatan produksi saat banyak produsen minyak dunia sedang mencoba untuk mematuhi kesepakatan untuk mengurangi pasokan dalam upaya menopang harga. Harga minyak mentah berpotensi naik jika pelemahan dollar AS berlanjut. Namun sentimen peningkatan produksi minyak AS masih menjadi ancaman penekan harga minyak. Sedangkan harga emas spot LLG pada akhir perdagangan Selasa dinihari (31/01) berakhir naik 0,47 persen pada 1,194 dollar per troy ons, pada ketidakpastian politik terkait kebijakan imigrasi Presiden AS Donald Trump dan pemilu di Eropa yang mendukung harga. Harga emas berpotensi naik jika pelemahan dollar AS berlanjut.

Dari pasar valas, Dolar AS jatuh lebih dari 1 persen terhadap yen Jepang pada hari Senin terpicu kebijakan imigrasi Presiden AS Donald Trump. EURUSD turun 0,05% pada 1.0692.  GBPUSD turun 0.51 % pada 1.2484.  USDJPY merosot 1,15 persen pada 113.76.  Dollar AS diperkirakan masih melemah dengan kekuatiran kebijakan imigrasi pemerintahan Presiden Trump.

Dari pasar modal Indonesia, pada penutupan perdagangan Senin sore (30/01), Indeks Harga Saham Gabungan berakhir turun 0,19 persen pada 5302,66. Pelemahan IHSG tertekan pelemahan bursa Asia dan Eropa..Sentimen negative hari ini akan datang dari pelemahan bursa Wall Street dan minyak mentah. Namun pelemahan dollar AS yang memicu kenaikan Rupiah diharapkan mengangkat bursa hari ini.  Secara teknikal  pergerakan   IHSG  untuk perdagangan selanjutnya, diperkirakan akan ada di kisaran support 5270-5293 dan resisten  5341-5364.  Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini:  BBTN, ADRO, CPIN dan SSMS.

Hari ini pasar akan mencermati data Household Spending, Unemployment Rate, Produksi Industri Jepang, Keputusan Suku Bunga BOJ, Consumer Confidence Januari Inggris, Business Confidence Desember Australia, Pertumbuhan ekonomi Q4, Inflasi Januari Perancis, Retail Sales Desember, unemployment Rate Januari Jerman, Pertumbuhan ekonomi Q4, Inflation Rate Januari Zona Eropa, Consumer Confidence Januari AS.

Editor : Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here