Surplus Perdagangan Akhir Tahun Australia Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

545

Surplus perdagangan Australia melebar lebih dari perkiraan pada bulan Desember, karena pertumbuhan ekspor melebihi impor.

Setelah penyesuaian musiman, surplus perdagangan Canberra berdiri di A $ 3,51 miliar pada bulan Desember, naik dari revisi $ 2,04 miliar bulan sebelumnya, kata statistik nasional biro dalam sebuah laporan pada hari Kamis (02/02). Ekonom dalam estimasi median perkiraan surplus untuk memperluas ke $ 2,2 miliar.

australia-balance-of-trade

Ekspor barang dan jasa naik pada penyesuaian musiman 5% di bulan Desember, setelah naik 8% bulan sebelumnya. Di sisi lain dari buku besar, impor naik tipis 1%, berikut ada perubahan pada bulan November.

Perdagangan adalah hambatan pada perekonomian pada kuartal ketiga, memberikan kontribusi untuk kontraksi kuartalan pertama Australia sejak 2011. Produk domestik bruto (PDB) menyusut 0,5% pada bulan Juli-September, data pemerintah menunjukkan.

Seorang penasihat utama Presiden AS Donald Trump baru-baru ini menunjukkan bahwa Washington sedang mencari kesepakatan perdagangan bilateral baru dengan Australia. Peter Navarro, yang memimpin Trade Council Gedung Putih, yang juga menyebutkan Selandia Baru sebagai calon kemungkinan untuk negosiasi perdagangan.

Australia menandatangani perjanjian perdagangan bebas dengan AS kembali pada tahun 2004, tetapi pemerintahan Trump menyatakan akan mengejar penawaran yang lebih baik dengan semua mitra Washington. Canberra masih berpegang pada harapan bahwa besar Trans-Pacific Partnership (TPP) mungkin masih bergerak maju tanpa Amerika Serikat setelah Trump menandatangani sebuah perintah eksekutif menarik negaranya dari kesepakatan yang diusulkan.

Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull menegaskan pekan ini bahwa Canberra harus terus merangkul perdagangan bebas dalam menghadapi kebijakan proteksionis yang berkembang. PM mengatakan Australia akan terus mengejar perdagangan bebas “agresif” sepanjang masa jabatannya.

Doni/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here