The Fed AS Pertahankan Suku Bunga; Bursa Wall Street dan Emas Menguat

547

Bursa Saham AS berakhir naik pada akhir perdagangan Kamis dinihari (02/02) setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga tidak berubah, seperti yang telah diperkirakan sebelumnya. Indeks Dow Jones naik 0,14 persen, menjadi ditutup pada 19,890.94, dengan kenaikan tertinggi saham Apple. Indeks S & P 500 naik 0,03 persen, menjadi berakhir pada 2,279.55, dengan sektor sektor perawatan kesehatan yang naik tertinggi. Indeks Nasdaq naik 0,5 persen, menjadi ditutup pada 5,642.65.

Bursa Asia dibuka mixed pagi ini mengikuti kenaikan Bursa Wall Street. Terpantau Indeks Nikkei turun 0,44 % pada 19.064,02 tertekan penguatan Yen. Indeks ASX 200 naik 0,09 % pada 5.658,00 terdukung meningkatnya surplus perdagangan Australia. Indeks Kospi naik 0,41 persen pada 2.089,11 terdorong peningkatan inflasi Korea Selatan.

Dari pasar komoditas, harga minyak mentah berjangka AS pada akhir perdagangan Kamis dinihari (02/02) naik 2 persen di 53,88 dollar per barel, pada tanda-tanda bahwa Rusia dan produsen OPEC yang memberikan janji untuk memangkas pasokan, meskipun data persediaan mingguan AS memperlihatkan kekenyangan pasokan. harga minyak mentah berpotensi lemah dengan meningkatnya persediaan minyak mentah mingguan AS seperti yang dilaporkan EIA.

Sedangkan harga emas spot LLG pada akhir perdagangan Kamis dinihari (02/02) berakhir stabil, turun tipis 0,07 persen pada 1,209.64 dollar per troy ons, setelah Federal Reserve AS mempertahankan suku bunga tidak berubah. harga emas berpotensi naik setelah The Fed AS mempertahankan suku bunga tetap.

Dari pasar valas, Dolar AS naik semalam setelah data Adp Employment Change dan pertumbuhan manufaktur AS meningkat. Namun keuntungan berkurang setelah The Fed AS pertahankan suku bunga tidak berubah. EURUSD turun 0,28% pada 1.0767.  GBPUSD naik 0.63 % pada 1.2655.  USDJPY naik 0,40 persen pada 113.24.  Dollar AS diperkirakan bergerak lemah setelah keputusan suku bunga AS tetap dan sentiment pemerintahan Donald Trump.

Dari pasar modal Indonesia, pada penutupan perdagangan Rabu sore (01/02), Indeks Harga Saham Gabungan berakhir naik 0,62 persen pada 5327,16. Penguatan IHSG terdukung meningkatnya inflasi dan pertumbuhan manufaktur Indonesia..Sentimen positif hari ini akan datang dari penguatan bursa Wall Street dan minyak mentah. Kenaikan inflasi Indonesia juga memberikan tenaga kuat bagi IHSG. Secara teknikal  pergerakan   IHSG  untuk perdagangan selanjutnya, diperkirakan akan ada di kisaran support 5290-5315 dan resisten  5348-5365.  Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini:  BBTN, ASRI, INTP dan TLKM.

Hari ini pasar akan mencermati data  Inflation Rate Januari Korsel, Cadangan devisa Januari, Consumer Confidence Januari Jepang, Data perdagangan Desember Australia, PPI Desember Zona Eropa, Keputusan suku bunga Inggris, Jobless Claim AS.

Editor : Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here