Bursa Wall Street Akhir Pekan Naik; Mingguan Positif, Nasdaq Naik Tipis

446

Bursa saham AS berakhir lebih tinggi pada perdagangan akhir pekan Sabtu dinihari (25/02) terdukung optimisme investor menantikan pidato Presiden Donald Trump terkait reformasi pajak di hadapan Kongres AS minggu depan.

Optimisme tersebut terlihat dengan meningkatnya sentimen konsumen di AS yang mencapai 96,3 pada bulan Februari, naik di atas perkiraan 96.

Trump akan berbicara di hadapan Kongres Selasa malam. Diperkirakan Trump akan menunjukkan beberapa proposal kuncinya, terutama reformasi pajak, deregulasi dan membatalkan Obamacare.

Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir sedikit lebih tinggi, mencatatkan 11 rekor penutupan berturut dan kemenangan beruntun terpanjang sejak tahun 1992.

Indeks S & P 500 naik 0,15 persen menjadi ditutup pada rekor tinggi, dengan sektor utilitas naik 1 persen untuk memimpin kenaikan.

Indeks Nasdaq naik 0,17 persen, membukukan kemenangan beruntun lima minggu.

Saham J.C. Penney turun lebih dari 5 persen setelah melaporkan hasil kuartalan mixed dan mengumumkan akan menutup hingga 140 toko. Perusahaan Hewlett Packard melihat penurunan sahamnya lebih dari 7 persen setelah estimasi pendapatan dan proyeksi pemotongan setahun penuh meleset.

Saham diadakan lebih rendah untuk sebagian besar sesi Jumat, sebelum naik ke wilayah positif di jam terakhir perdagangan.

Dow dan S & P 500 memasuki sesi Jumat di jalur untuk membukukan keuntungan mingguan, sedangkan Nasdaq membukukan hasil mingguan naik tipis.

Treasury AS dan harga emas naik. Imbal hasil obligasi 10 tahun turun menjadi 2,33 persen, sedangkan imbal hasil obligasi dua tahun menurun menjadi 1,15 persen. Emas berjangka untuk pengiriman April melonjak $ 6,90 untuk menetap di $ 1,258.30 per ons.

Di AS, indeks saham utama telah naik baru-baru ini di belakang komentar yang dibuat oleh Trump bahwa rencana reformasi pajak bisa segera datang.

Menteri Keuangan Steve Mnuchin mengatakan kepada CNBC pada hari Kamis bahwa tujuannya adalah untuk mendapatkan sesuatu melalui Kongres sebelum reses Agustus.

Dalam berita ekonomi leinnya, penjualan rumah baru AS naik 3,7 persen pada Januari, di bawah peningkatan yang diharapkan dari 6,3 persen.

Dolar AS berada di sekitar garis datar terhadap sekeranjang mata uang, dengan euro dekat $ 1,057 dan yen sekitar 112,1. Dollar AS turun sekitar 1 persen tahun ini setelah pementasan rally tajam setelah 8 November, dan sebagian besar datar selama seminggu.

Federal Reserve merilis risalah dari pertemuan kebijakan, yang berlangsung awal bulan ini, pada Rabu. Di dalamnya, bank sentral menunjukkan itu bisa menaikkan suku bunga segera.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 11,44 poin, atau 0,05 persen, menjadi ditutup pada 20,821.76, dengan kenaikan tertinggi saham Wal-Mart dan saham Goldman Sachs tertinggal. Untuk minggu ini indeks Dow Jones naik 0,96 persen.

Indeks S & P 500 naik 3,53 poin, atau 0,15 persen, menjadi berakhir pada 2,367.34, dengan sektor utilitas memimpin sembilan sektor yang lebih tinggi dan sektor keuangan dan energi yang tertinggal. Untuk minggu ini indeks S & P 500 masih positif 0,69 persen.

Indeks Nasdaq naik 9,80 poin, atau 0,17 persen, menjadi ditutup pada 5,845.31. Untuk minggu indeks naik tipis 0,12 persen.

Malam nanti akan dirilis data ekonomi yang mixed. Data Durable Goods Orders Januari yang diindikasikan meningkat. Sedangkan data Pending Home Sales Januari diindikasikan menurun.

Analyst vibiz Research Center memperkirakan bursa Wall Street selanjutnya akan bergerak mixed jika data ekonomi mixed. Juga akan mencermati kebijakan Presiden AS Donald Trump dan harga minyak mentah, serta laporan laba perusahaan.

Doni/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center 
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here