Harga Kakao ICE Akhir Bulan Merosot Hampir 4 Persen; Bulan Februari Anjlok 9 Persen

488

Harga kakao berjangka ICE Futures pada akhir perdagangan Rabu dinihari (01/03) ditutup anjlok. Pelemahan harga kakao terpicu masih meningkatnya persediaan global.

Anjloknya harga kakao dengan masih berlimpahnya pasokan kakao dan membaiknya produksi kakao di negara-negara penghasil utama di Afrika Barat.

Harga kakao telah dilanda kebingungan atas ekspor dari Pantai Gading, produsen terbesar di dunia. Beberapa eksportir lokal yang membeli kakao – yang bertaruh bahwa harga akan naik – telah gagal pada kontrak, meninggalkan kacang menumpuk di gudang.

Harga jatuh terus menerus pada tahun 2017 pada surplus yang diperkirakan sekitar 250.000 ton.

Di akhir perdagangan dini hari tadi harga kakao berjangka kontrak Maret 2017 yang merupakan kontrak paling aktif terpantau ditutup turun. Harga komoditas tersebut ditutup anjlok sebesar -73 dollar atau -3,68 persen pada posisi 1.909 dollar per ton.

Untuk bulan Februari, harga kakao anjlok 9,14 persen. Anjloknya harga kakao dengan menumpuknya persediaan kakao khususnya di Pantai Gading, juga pemulihan produksi di negara-negara penghasil utama, penguatan dollar AS juga menurunnya permintaan kakao.

Pagi tadi telah disampaikan pidato Presiden AS Donald Trump yang memberikan nada optimis untuk penguatan ekonomi AS melalui reformasi pajak hingga belanja infrastruktur. Dollar AS diperkirakan menguat.

Lihat : Pidato Optimis Ekonomi Trump : Reformasi Pajak, Infrastruktur, Proteksi, Deregulasi

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa harga kakao berjangka untuk perdagangan selanjutnya akan bergerak dalam kecenderungan melemah terbatas dengan penguatan dollar AS. Untuk perdagangan selanjutnya harga kakao berjangka di ICE Futures New York berpotensi untuk menembus level Support pada posisi 1.850 dollar. Jika level Support tersebut berhasil ditembus level selanjutnya adalah 1.800 dollar. Sedangkan level Resistance yang akan ditembus jika terjadi penguatan ada pada 1.950 dollar dan 2.000 dollar.

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here