Harga Kakao Akhir Pekan Naik Hampir 2 Persen; Mingguan Merosot 1 Persen

613

Harga kakao berjangka ICE Futures pada akhir perdagangan akhir pekan Sabtu dinihari (13/03) ditutup naik. Penguatan harga kakao terpicu pelemahan dollar AS.

Laporan non-farm payrolls AS untuk Februari gagal untuk memenuhi harapan tinggi, dimana imbal hasil Treasury AS dan dolar AS berbalik lebih rendah setelah laporan keluar, dengan beberapa investor kecewa dengan pertumbuhan upah per jam bulan lalu.

Melemahnya dolar AS membuat komoditas kakao yang berbasis dolar ini menjadi lebih murah dalam mata uang lainnya.

Di akhir perdagangan dini hari tadi harga kakao berjangka kontrak Mei 2017 yang merupakan kontrak paling aktif terpantau ditutup dengan membukukan peningkatan. Harga komoditas tersebut ditutup naik sebesar 36 dollar atau 1,90 persen pada posisi 1.934 dollar per ton.

Untuk minggu ini harga kakao merosot 1,07 persen, sebagian besar terganjal penumpukan pasokan Pantai Gading dan penguatan dollar AS.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa harga kakao berjangka untuk perdagangan selanjutnya berpotensi lemah jika penguatan dollar AS terealisir menjelang keputusan suku bunga AS. Untuk perdagangan selanjutnya harga kakao berjangka di ICE Futures New York berpotensi untuk menembus level Support pada posisi 1.880 dollar. Jika level Support tersebut berhasil ditembus level selanjutnya adalah 1.830 dollar. Sedangkan level Resistance yang akan ditembus jika terjadi kenaikan ada pada 1.980 dollar dan 2.030 dollar.

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here