Harga Gula ICE Merosot 1 Persen Terganjal Penguatan Dollar AS dan Pelemahan Minyak Mentah

297

Harga gula berjangka ICE ditutup merosot pada akhir perdagangan bursa ICE Futures New York Selasa dini hari (04/04). Harga komoditas ini mengalami pelemahan tertekan penguatan dollar AS dan pelemahan harga minyak mentah.

Dollar AS menguat terhadap poundsterling semalam menyusul buruknya data manufaktur Inggris.

Kenaikan nilai tukar dollar AS membuat harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi relatif lebih mahal bagi para pembeli luar negeri sehingga permintaannya melemah.

Pelemahan harga minyak mentah AS juga menekan harga gula. Harga minyak mentah berada di bawah tekanan pada akhir perdagangan Selasa dinihari (04/04) terpicu rebound dalam produksi minyak Libya pada akhir pekan mengatasi data ekonomi optimis dari Asia untuk permintaan energi yang kuat.

Harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate ditutup turun 36 sen atau 0,7 persen, pada $ 50,24 per barel. Harga minyak mentah berjangka Brent turun 41 sen menjadi $ 53,12 per barel.

Lihat : Harga Minyak Mentah Tertekan Rebound Produksi Libya

Para pedagang mengantisipasi bahwa harga minyak yang lebih rendah akan memicu produsen tebu lebih memilih mengkonversi tebu menjadi gula dibandingkan etanol, sehingga produksi gula meningkat dan semakin menekan harga gula.

Pada penutupan perdagangan dini hari tadi harga gula berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak Mei 2017 terpantau merosot. Harga gula berjangka paling aktif tersebut ditutup turun sebesar 0,22 sen atau setara dengan 1,31 persen pada posisi 16,54 sen per pon.

Malam nanti akan dirilis data perdagangan Februari AS yang diindikasikan terjadi penyempitan defisit neraca perdagangan. Jika terealisir dapat menguatkan dollar AS.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa harga gula berjangka untuk perdagangan selanjutnya berpotensi melemah terbatas jika penguatan dollar AS terjadi. Harga gula kasar berjangka di ICE Futures New York berpotensi mengetes level Support pada posisi 16,00 sen dan 15,50 sen. Sedangkan level Resistance yang akan diuji jika terjadi penurunan harga ada pada posisi 17,00  sen dan 17,50 sen.

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here