Wall Street Merosot; Emas Naik Abaikan Penguatan Dollar AS

580

Bursa saham AS jatuh pada akhir perdagangan Selasa dinihari (04/04) tertekan kinerja lemah manufaktur dan penjualan mobil AS. Indeks Dow Jones turun 0,06 persen, menjadi ditutup pada 20,650.21, dengan penurunan tertinggi saham DuPont. Indeks S & P 500 turun 0,16 persen, menjadi berakhir pada 2,358.84, dengan sektor diskresioner konsumen memimpin tujuh sektor yang lebih rendah. Indeks Nasdaq turun 0,29 persen, menjadi ditutup pada 5,894.68.

Bursa Asia dibuka lemah pagi ini megikuti kemerosotan Wall Street. Terpantau Indeks Nikkei turun 0,48 % pada 18.892,79 tertekan penguatan Yen. Indeks ASX 200 turun 0,19 % pada 5861,60 tertekan pelemahan saham perbankan. Indeks Kospi turun 0,17 persen pada 2.163,82.

Dari pasar komoditas, harga minyak mentah berjangka AS turun 0,7 persen di 50,24 dollar per barel pada akhir perdagangan Selasa dinihari (04/04), terpicu rebound dalam produksi minyak Libya pada akhir pekan mengatasi data ekonomi optimis dari Asia untuk permintaan energi yang kuat. Harga minyak mentah berpotensi lemah jika dollar AS terus menguat. Namun jika harapan pemotongan produksi lebih lanjut setelah Juni menguat, akan mendukung harga.

Sedangkan harga emas spot LLG pada akhir perdagangan Selasa dinihari (04/04) berakhir naik 0,34 persen pada 1,252.91 dollar per troy ons, mengabaikan penguatan dolar AS, terpicu ketegangan geopolitik terkait pernyataan Presiden Trump terhadap Tiongkok dan Korea Utara. Harga emas berpotensi naik terpicu pelemahan bursa Wall Street. Namun jika dollar AS terus menguat akan menekan harga emas.

Dari pasar valas, dollar AS menguat terhadap poundsterling semalam menyusul buruknya data manufaktur Inggris. Sedangkan Euro mengatasi dollar setelah pertumbuhan manufaktur yang kuat dan penurunan tingkat pengangguran.  EURUSD naik 0,14 persen pada 1.0668. GBPUSD turun 0.47 % pada 1.2484.  USDJPY turun 0,44 persen pada 110.89.  Dollar AS berpotensi menguat jika terealisir penurunan defisit perdagangan AS nanti malam

Dari pasar modal Indonesia, pada penutupan perdagangan Senin sore (03/04), Indeks Harga Saham Gabungan berakhir naik dan bukukan rekor baru penutupan, naik 0,7 persen pada 5606,79. Penguatan IHSG terdukung aksi beli saham investor asing. Sentimen negatif hari ini akan datang dari pelemahan bursa Wall Street dan minyak mentah. Namun aksi beli saham lanjutan investor asing diharapkan dapat mendukung bursa. Secara teknikal IHSG akan bergerak dalam kisaran Support 5587-5567, dan kisaran Resistance 5627-5647.  Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini:  TLKM, LPKR, BNGA dan BRPT.

Hari ini pasar akan mencermati Cadangan Devisa Maret, Inflation Rate Maret Korea Selatan, Data perdagangan Australia, RBA Interest Rate Decision, Retail sales Feb zona Eropa, Data perdagangan Feb AS.

Editor : Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here