Indeks Nikkei 20 April Dibuka Naik Terbantu Pelemahan Yen dan Peningkatan Ekspor-Impor

462
indeks nikkei

Indeks Nikkei di Bursa Jepang pada perdagangan Rabu (19/04) dibuka naik, saat ini terpantau naik 47,51 poin atau 0,26 persen di 18479.71. Kenaikan bursa Tokyo terpicu pelemahan Yen dan peningkatan ekspor dan impor Jepang.

Dollar AS menguat terhadap yen, perdagangan sedikit lebih tinggi pada 108,85 dibandingkan dengan 108,4 yang terlihat kemarin.

Pertumbuhan ekspor dan impor Jepang meningkat pada bulan Maret, menandai ekspansi empat bulan berturut-turut, mendukung pemulihan ekonomi moderat, menurut data yang dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan Jepang pada hari Kamis (20/04).

Ekspor Jepang tumbuh 12 persen tahun ke tahun bulan lalu, berada jauh di atas perkiraan rata-rata 6,7 persen dari para ekonom yang disurvei oleh Reuters dan naik lebih tinggi dari kenaikan Februari sebesar 11,3 persen. Kenaikan eksporr Maret ini merupakan tertinggi sejak Januari 2015.

Pemulihan untuk pertumbuhan pengiriman keluar terjadi karena yen yang berakhir bulan lalu menguat terhadap dolar, menguat 1,2 persen selama Maret sampai sekitar ¥ 111,4.

Hal ini membantu nilai impor Jepang melonjak 15,8 persen pada tahun lalu bulan lalu setelah berkembang hanya 1,2 persen di bulan Februari. Ini adalah angka tercepat sejak Maret 2014.

Lihat : Ekspor Maret Jepang Naik Tertinggi 2 Tahun, Impor Tertinggi 3 Tahun

Saham-saham keuangan meningkat pagi ini. Saham Softbank melonjak 3,06 persen, saham Sumitomo Mitsui Financial Group naik 2,52 persen, saham Mitsubishi UFJ Financial naik 1,59 persen.

Sedangkan indeks Nikkei berjangka Jepang naik 50,00 poin atau 0,27 persen pada 18,460, turun dari penutupan perdagangan sebelumnya pada 18,410.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan indeks Nikkei untuk perdagangan selanjutnya akan bergerak naik terdukung peningkatan ekspor-impor dan jika pelemahan yen berlanjut. Secara teknikal Indeks Nikkei akan bergerak dalam kisaran Support 17,947-17,466, dan kisaran Resistance 18,957-19,437.

Doni/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center 
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here