Market Outlook April 24-28,2017

721

Minggu lalu pasar modal di Indonesia terpantau balik menguat oleh aksi bargain hunting dari investor asing terutama di hari terakhir yang naik 1.24%, sehingga secara mingguan bursa ditutup menguat ke level 5,664.48.

Untuk minggu berikutnya (25-28 April), IHSG nampaknya masih berpotensi menanjak -setelah libur nasional Isra Miraj pada hari Senin- dengan tetap mencari indikasi dari pergerakan bursa regional. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di posisi 5680 dan 5740, sedangkan support di level 5577 dan kemudian 5486.

Mata uang rupiah seminggu lalu terlihat masih stabil dengan agak terkoreksi setelah penguatan periode-periode sebelumnya oleh fundamental ekonomi Indonesia yang baik, di mana secara mingguan rupiah sedikit melemah di level 13,316. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 13,365 dan 13,420, sementara support di level 13,248 dan 13,243.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

  • Dari kawasan Amerika:berupa rilis data CB Consumer Confidence pada Selasa malam; berikutnya rilis Crude Oil Inventories pada Rabu malam; diikuti dengan data tenaga kerja Unemployment Claims dan Core Durable Goods Orders m/m pada Kamis malam; ditutup dengan rilis Advance GDP q/q pada Jumat malam.
  • Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis data German Ifo Business Climate pada Senin malam; selanjutnya rilis Minimum Bid Rate dari ECB pada Kamis sore yang diperkirakan bertahan di level sangat rendah 0.00%; diakhiri dengan data Prelim GDP q/q Inggris pada Jumat malam.
  • Dari kawasan Asia Australia: berupa rilis BOJ Policy Rate pada Kamis pagi yang diperkirakan bertahan di level negative -0.10%.

Pasar Forex
Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar masih melemah oleh data ekonomi AS yang di bawah ekspektasi, di mana secara mingguan index dollar AS terpantau turun ke level 99.740.

EURUSD, pekan lalu euro dollar naik ke level 1.0702. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan akan berada antara level support pada 1.0568 dan 1.0492 sementara resistance pada 1.0905 dan kemudian 1.1300.

GBPUSD,  minggu lalu terlihat menguat ke level 1.2797 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level support pada 1.2364 dan kemudian 1.2107, sedangkan resistance pada 1.2904 dan 1.3121.

USDJPY,  minggu lalu berakhir menguat ke level 109.08. Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 115.62 dan 118.60, serta support pada 108.12 serta level 107.77.

AUDUSD, aussie dollar terpantau menguat ke level 0.7573. Range minggu ini akan berada di antara support level di 0.7471 dan 0.7288, sementara resistance level di 0.7678 dan 0.7778.

Bursa Saham
Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum mixed dengan investor memerhatikan perkembangan situasi di Perancis yang sempat diserang teror, memanasnya kondisi di Semenanjung Korea, serta bursa Wall Street yang fluktuatif. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau menguat terbatas ke level 18,565. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 19615 dan 20045, sementara support pada level 18200 dan lalu 17340. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir agak melemah sekitar level 24042. Minggu ini akan berada antara level resistance di 24656 dan 24925, sementara support di  23490 dan 21220.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau lanjut terkoreksi secara terbatas sementara investor memerhatikan perkembangan pemilu di Perancis serta rencana pemerintahan Trump untuk memangkas pajak. Dow Jones Industrial secara mingguan melemah ke level 20495.85, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 20997 dan 21167, sementara support di level 20344 dan 19768. Index S&P 500 minggu lalu melemah tipis ke level 2320.67, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 2378 dan 2400, sementara support pada level 2301 dan 2248.

Pasar Emas
Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau cenderung stabil sementara investor menantikan hasil dari pemilu di Perancis, sehingga berakhir dalam harga emas dunia terkoreksi tipis ke level $1284.90 per troy ounce. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistance di $1295 dan berikut $1337, serta support pada $1239 dan $1195. Di Indonesia, harga emas terpantau menguat tipis ke level Rp548,971.

Kalau kita amati, pasar sering digerakkan oleh “sentiment”. Ada kalanya bergerak dengan tenang, lain kali begitu sepertinya luar biasa –“liar” sebut sebagian orang– manakala sentimen merebak kuat di antara pelaku pasar. Namun apa atau siapa yang memicu sentimen itu, dan seperti apa spekulasinya, itu yang sering tidak dipahami oleh banyak investor individual. Dalam hal ini, Vibiznews sangat familiar terhadap gonjang-ganjing pasar sedemikian itu. Mari menelusuri pasar bersama-sama, dan rebut gain Anda, karena kami ada semata untuk sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

alfred

By Alfred Pakasi ,

CEO Vibiz Consulting
Vibiz Consulting Group

 

 

 

Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here