IHSG 27 April Retreat, Namun Masih di Posisi Rekor

443

Mengakhiri perdagangan saham hari Kamis (27/4), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun dari posisi rekor baru perdagangan sebelumnya namun masih di kisaran 5700.  IHSG retreat mendapat tekanan jual yang cukup besar dari  investor lokal hingga ditutup  dengan pelemahan  0,3 persen pada posisi 5707,03.

Diakhir sesi kedua terpantau 122 saham menguat dan 160 saham melemah. Tercatat transaksi yang terjadi sebesar  Rp7,4 triliun  dari 10,9 miliar lembar saham diperdagangkan dengan transaksi sebanyak lebih 299.195 kali. Dukungan modal asing hari ini mencetak net buy Rp461 miliar lebih.

Anjloknya  IHSG  mendapat tekanan  jual  saham-saham unggulan  dengan indeks LQ45 turun 0,5% ke posisi 946. Menurunnya IHSG hari ini dipicu oleh oleh anjloknya 7 sektor  yang dipimpin oleh  sektor  finance dan industri dasar dengan anjloknya  indeks 1,1% dan 0,5% masing-masing. Saham-saham unggulan yang paling kuat menekan kedua sektor  seperti saham BBCA, BBNI, BBRI, BMRI dan CPIN.

Untuk 3 sektor yang menguat terpantau paling kuat sektor tambang, kemudian disusul oleh sektor konsumer dan juga sektor manufaktur. Adapun Saham-saham unggulan yang paling kuat mengangkat ketiga sektor  seperti saham PTBA, ADRO, INCO, ITMG, INDF, ICBP, KAEF dan GGRM.

Analyst Vibiz Research Center melihat  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)  esok hari berpotensi menguat tipis jika perdagangan bursa saham global meningkat dan posisi dollar AS semakin tertekan.

Lens Hue/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here