Indeks Nikkei 28 April Dibuka Lemah; Saham Pembuat Semikonduktor Anjlok

645
Photo by Vibizmedia

Indeks Nikkei di Bursa Jepang pada perdagangan Jumat (28/04) dibuka lemah, terpantau turun -38,78 poin atau -0,20 persen di 19213.09. Pelemahan indeks Nikkei terpicu penguatan Yen.

Mata uang Yen menguat. Terpantau pasangan kurs USDJPY melemah -0,12 persen pada 111.13.

Sentimen sedikit dirongrong oleh komentar dari Presiden A.S. Donald Trump bahwa ada kemungkinan terjadi konflik besar dengan Korea Utara – sebuah peringatan nyata akan risiko geopolitik yang masih ada di wilayah ini.

Nikkei telah menguat 3,2 persen sejauh minggu ini, yang akan menjadi yang terbesar sejak pertengahan November, setelah hasil pemilihan putaran pertama dalam pemilihan presiden Prancis meredakan kekhawatiran bahwa Prancis akan memilih presiden anti-Uni Eropa.

Saham pembuat peralatan semikonduktor Advantest turun 8,2 persen dan produsen barang elektronik Omron turun 7,8 persen setelah perkiraan pendapatan mereka mengecewakan pelaku pasar.

Meskipun kedua perusahaan memperkirakan pertumbuhan laba di tahun keuangan yang dimulai bulan ini, asumsi tingkat mata uang mereka – 110 yen per dolar – diperkirakan proyeksi mereka akan rentan, beberapa pelaku pasar mengatakan.

Saham produsen Robot Fanuc sedikit lemah setelah pendapatannya gagal memenuhi ekspektasi pasar sebelum mengurangi kerugian hingga perdagangan naik 0,1 persen.

Saham Nintendo berbalik positif setelah penurunan awal karena pasar mencerna pendapatannya, yang tidak memenuhi ekspektasi pasar dan menyarankan penjualan konsol Switch yang kuat.

Saham pembuat komponen elektronik Alps Electric naik 5,1 persen pada pendapatan yang kuat.

Saham operator telepon seluler NTT Docomo naik 4,0 persen juga pada pendapatan yang terus meningkat serta rencana kenaikan dividen.

Saham telekomunikasi lainnya berada di puncak daftar saham di antara kenaikan besar karena investor melakukan rotasi ke saham yang didorong oleh permintaan domestik. Saham KDDI naik 2,9 persen sementara NTT naik 2,3 persen.

Perdagangan secara keseluruhan diperkirakan akan melambat minggu depan, dimana pasar Jepang akan ditutup dari hari Rabu sampai Jumat dan pasar lainnya di Asia dan Eropa akan ditutup pada hari Senin.

Pada bulan itu, bulan April sepertinya akan menjadi bulan terbaik sepanjang tahun ini untuk saham Jepang. Nikkei naik 1,6 persen dan Topix naik 1,4 persen, yang keduanya akan menjadi kenaikan terbesar sejak Desember.

Sedangkan indeks Nikkei berjangka Jepang turun -80,00 poin atau -0,41 persen pada 19,210, turun dari penutupan perdagangan sebelumnya pada 19,290.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan indeks Nikkei untuk perdagangan selanjutnya akan bergerak lemah jika penguatan Yen berlanjut. Secara teknikal Indeks Nikkei akan bergerak dalam kisaran Support 18,764-18,283, dan kisaran Resistance 19,726-20,255.

Doni/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center 
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here