Bursa Australia 5 Mei Berakhir Lemah Tergerus Kemerosotan Harga Komoditas

484

Pasar saham Australia ditutup melemah untuk sesi keempat berturut-turut di belakang tergelincirnya harga komoditas dengan penurunan bijih besi yang membebani mata uang lokal. Indeks ASX 200 di Bursa Australia berakhir turun 0,68 persen atau 39,77 poin, di level 5836,60.

Bijih besi turun lebih dari enam persen menjadi $ 63,40 per ton semalam setelah merosotnya bijih besi berjangka Tiongkok pada hari Kamis.

Berlanjutnya kejatuhan di biji besi berjangka pada hari Jumat membuat dolar Australia melemah, membawanya ke level terendah harian 73,68 sen AS.

Harga logam dasar juga turun semalam dengan tembaga mengalami penurunan dua hari terbesar sejak Juli 2015.

Saham penambang global BHP Billiton dan Rio Tinto turun masing-masing 2,7 persen menjadi $ 22,62 dan 2 persen menjadi $ 57,15.

Saham di Woodside Petroleum dan Santos masing-masing turun 2,7 persen menjadi $ 31,59 dan 3 persen menjadi $ 3,53, setelah minyak turun ke posisi terendah lima bulan karena produsen tampaknya menyingkirkan pemotongan pasokan yang lebih dalam untuk mengurangi kekenyangan minyak mentah.

Saham keuangan berakhir melemah dengan semua empat bank besar merosot.

Namun, saham Macquarie Group melonjak 3,23 persen atau $ 2,97 menjadi $ 94,89 setelah laba setahun penuh bank investasi naik 7,5 persen menjadi $ 2,217 miliar, melebihi ekspektasi pasar.

Saham ASX lainnya adalah Telstra, yang naik 4,02 persen menjadi $ 4,40 menyusul berita bahwa pihaknya tidak akan memiliki jaringan seluler regional dengan pesaing yang lebih kecil, dan Qantas, yang naik 2,3 persen menjadi $ 4,52 menyusul update perdagangan positif pada Kamis malam.

Malam nanti akan dirilis data Non Farm Payrolls April dan pertumbuhan upah April AS yang diindikasikan meningkat. Jika terealisir akan menguatkan bursa Wall Street.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan indeks ASX 200 akan bergerak naik jika penguatan bursa Wall Street terealisir meningkat.

Doni/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center 
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here