Harga Minyak Mentah Merosot 1 Persen; Laporan API Beri Sentimen Bullish

527

Harga minyak mentah turun pada akhir perdagangan hari Rabu dinihari (10/05), tertekan oleh kekhawatiran melambatnya permintaan, meningkatnya dolar A.S. dan meningkatnya produksi minyak mentah A.S. yang telah mengejutkan kepercayaan investor terhadap kemampuan OPEC untuk menyeimbangkan pasar.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate berjangka AS turun 55 sen atau 1,2 persen menjadi $ 45,88 per barel.

Harga minyak mentah Brent turun 49 sen atau 1 persen, di $ 48,85 per barel pada pukul 2:37 siang waktu ET (1837 GMT).

Pasokan bensin A.S. yang tinggi telah memberi beberapa kekhawatiran tentang permintaan di Amerika Serikat, di mana ekspektasi belanja konsumen mencapai titik terendah tiga tahun bulan lalu dan penjualan kendaraan telah turun dari tahun ke tahun selama empat bulan berturut-turut.

Ditambah lagi dengan aktivitas manufaktur yang goyah dan penurunan impor komoditas di Tiongkok, ekonomi terbesar kedua di dunia dan konsumen bahan baku terbesar ini, memberikan kekuatiran penurunan permintaan.

Sejauh minggu ini, dolar A.S. telah menguat sekitar 1 persen terhadap sekeranjang mata uang karena naik ke level tertinggi sejak 21 April, menekan minyak dalam mata uang dolar.

Pada hari Selasa, Administrasi Informasi Energi (EIA) menaikkan perkiraan produksi minyak A.S. untuk tahun ini dan tahun depan. Badan tersebut sekarang melihat produksi A.S. rata-rata mencapai 9,3 juta barel per hari pada 2017, dan dan hampir 10 juta barel per hari pada 2018.

EIA juga merevisi proyeksi harga minyak rata-rata di tahun 2017 menjadi $ 52,60 per barel untuk Brent dan $ 50,68 untuk WTI.

“Produksi minyak yang lebih tinggi dari Amerika Serikat, seiring dengan meningkatnya produksi minyak dari Kanada dan Brasil, diperkirakan akan memberikan tekanan kenaikan harga minyak dunia hingga akhir 2018,” kata Administrator Pelaksana EIA Howard Gruenspecht dalam sebuah pernyataan.

Pengekspor utama dan pemimpin OPEC de facto Arab Saudi mengatakan pada hari Senin bahwa pihaknya akan “melakukan apapun yang diperlukan” untuk menyeimbangkan pasar yang telah mengalami banyak kelebihan pasokan selama lebih dari dua tahun.

Raksasa minyak negara Saudi Aramco akan memangkas pasokan minyak ke Asia sekitar 7 juta barel pada bulan Juni, seorang sumber yang mengetahui langsung masalah ini.

Perusahaan pelacak tanker ClipperData melaporkan bahwa pemuatan minyak mentah Arab Saudi untuk ekspor turun sekitar 670.000 barel per hari pada bulan April dari Oktober, periode referensi untuk kesepakatan pengurangan produksi OPEC. Itu penting karena ekspor OPEC tetap meningkat meski terjadi penurunan produksi, yang membatasi kemampuan kelompok tersebut untuk menurunkan persediaan di seluruh dunia.

Data AS mingguan mengenai produksi dan persediaan minyak mentah, ditambah laporan bulanan mengenai penawaran dan permintaan dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak, memberikan gambaran rinci tentang seberapa cepat persediaan minyak mentah global jatuh.

Analis memperkirakan harga minyak mentah A.S. menurun untuk minggu kelima berturut-turut, turun 1,8 juta barel selama pekan yang berakhir 5 Mei, setelah mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas 535,5 juta barel pada akhir Maret, menurut jajak pendapat Reuters.

Meskipun OPEC telah berjanji untuk memotong produksi, produksi A.S. meningkat lebih dari 10 persen sejak pertengahan 2016 sampai 9,3 juta barel per hari, mendekati output Rusia dan Arab Saudi.

Di pasar fisik, barel minyak mentah Laut Utara berpindah tangan pada tingkat terendah sejak akhir 2015 pada hari Senin.

Dinihari tadi setelah pasar AS tutup, dirilis data persediaan American Petroleum Institute (API) mingguan terbaru untuk minggu yang berakhir 5 Mei melaporkan hasil penurunan sebesar 5,79 juta barel. Ini adalah hasil penurunan yang jauh lebih besar daripada perkiraan konsensus sekitar 1,8 juta barel dan mengikuti penurunan 4,16 juta terlihat pekan lalu, meski data resmi tersebut mencatat penurunan yang jauh lebih kecil.

Distillate mencatat hasil penurunan 1,17 juta barel setelah hasil penurunan 0,44 juta pada minggu sebelumnya.

Sebaliknya, bensin mencatat kenaikan signifikan sebesar 3,17 juta barel setelah hasil penurunan 1,93 juta barel pekan lalu.

Cushing mencatat penurunan 0,13 juta barel yang merupakan penurunan kelima berturut-turut.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak mentah berpotensi naik dengan penurunan pasokan mingguan AS seperti yang dilaporkan API. Harga minyak mentah diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Resistance $ 46,40-$ 46,90, dan jika harga bergerak turun akan menguji kisaran Support $ 45,40-$ 43,90.

Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here