Dollar AS Sesi Asia 25 Mei Terpukul Dikecewakan Fed

463

Harapan kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat pada bulan Juni pupus setelah Fed merilis risalah pertemuan komite kebijakan bank sentral tersebut dalam FOMC awal bulan Mei. Akibatnya memberikan tekanan jual yang semakin menyuramkan laju dollar AS, dimana pada sesi Asia hari Kamis (25/5) bergerak dalam kisaran 96.00 yang merupakan posisi terendah dalam 6 bulan.

Perdagangan dollar AS sebelumnya alami pelemahan pada sesi Asia, namun masuki sesi Amerika bangkit kembali oleh besarnya optimisme pasar akan rilis risalah pertemuan FOMC memberikan sinyal kuat untuk kenaikan Fed rate pada bulan Juni. Namun dari risalah tersebut pembuat kebijakan Fed sepakat bahwa mereka harus menunda menaikkan suku bunga sampai mereka melihat bukti bahwa perlambatan ekonomi baru-baru ini bersifat sementara.

Lihat: Risalah FOMC : The Fed AS Menantikan Data Pendukung Sebelum Menaikkan Suku Bunga Lagi

Risalah tersebut terlihat mengindikasikan kekhawatiran Fed yang tinggi terhadap kenaikan suku bunga, sehingga  dollar yang telah ditekan oleh keprihatinan politik A.S. beberapa hari terakhir menjadi sulit untuk bangkit.

Untuk pergerakan selanjutnya secara teknikal masih ada sinyal kuat untuk pergerakan bullish dollar AS namun secara fundamental pergerakan mata uang utama dunia tersebut dibayangi oleh perkiraan buruknya rilis data klaim pengangguran AS yang meningkat.

Indeks dollar yang menunjukkan kekuatan dollar AS terhadap banyak rival utamanya di tengah perdagangan forex sesi Asia turun ke 96.93  dari  posisi  awal  sesi  pagi  pada  97.01 setelah perdagangan sebelumnya ditutup pada  97.03.

Joel/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here