Penyebab Ambruknya Kekuatan Rekor GBPUSD di Bulan Mei

636

Perdagangan forex untuk mata uang Inggris terhadap dollar AS dalam pair GBPUSD sepanjang bulan Mei lalu berusaha untuk melanjutkan bullish perdagangan 2 bulan sebelumnya namun gagal setelah tarik menarik sentimen bearish dollar AS dan buruknya fundamental pound. Pergerakan bullish sempat terjadi pada perdagangan pekan ketiga bulan Mei hingga naik mencapai posisi tertinggi 8 bulan atau sejak pekan terakhir bulan September 2016.

Rekor tinggi tersebut mendapat support banyak dari rangkaian rilis data ekonomi Inggris yang menggembirakan selain oleh momentum bearish dollar AS. Data-data ekonomi mantap tersebut seperti data rekor inflasi, upah pekerja dan kinerja bisnis ritel negara Inggris pada periode bulan April.

Lihat: Poundsterling Akhir Pekan Capai Rekor Tinggi Oleh Data Ritel Inggris

Bullish pair GBPUSD hingga capai rekor tersebut tiba-tiba dihentikan oleh peristiwa ledakan yang menewaskan banyak anak remaja Inggris di tempat konser indoor Manchester, dimana ledakan tersebut merupakan serangan teroris. Poundsterling langsung shock merespon peristiowa tersebut hingga membuat pair jatuh ke posisi terendah dalam 1 bulan.

Lihat: Ledakan di Manchester Jatuhkan Poundsterling Dari Posisi Rekor

Setelah insiden mengerikan tersebut posisi poundsterling sulit pulih sekalipun dollar AS juga sedang meradang, pasalnya mendapat tekanan dari sentimen gejolak pemilu Inggris tanggal 8 Juni. GBPUSD menerima luka dalam fundamental pair yang kuat sebelumnya oleh jajak pendapat partai yang mendapat suara terbanyak, partai konservatif PM Inggris Theresa May kurang mendapat suara.

Pergerakan kurs poundsterling dalam pair GBPUSD bulan Mei dibuka pada posisi 1.2930 dan ditutup pada posisi 1.2890 atau anjlok  0,5% dari perdagangan akhir bulan sebelumnya. Pair sempat bergerak tinggai hingga posisi 1.3046 dan tertekan kuat hingga posisi 1.2767.  Secara teknikal pair bergerak sideways negatif. Untuk pergerakan selanjutnya secara teknikal pair GBPUSD  mendapat sinyal sideways,  dimana pair masih nyaman di posisi normalnya.

Joel/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here