Data Pekerjaan Swasta AS Kuatkan Dollar AS, Emas Tertekan

836

Bursa A.S. ditutup lebih tinggi pada akhir perdagangan Jumat dinihari (02/06)  terdukung meningkatnya data pekerjaan swasta. Indeks Dow Jones naik 0,65 persen menjadi ditutup pada 21,144.18, dengan kenaikan tertinggi saham UnitedHealth dan Goldman Sachs. Indeks S & P 500 naik 0,76 persen, berakhir pada 2.430,06, dengan kenaikan saham di sektor keuangan dan perawatan kesehatan. Indeks Nasdaq naik 0,78 persen, ditutup pada 6.246,83.

Untuk bursa Asia dibuka naik  terpengaruh penguatan bursa Wall Street. Indeks Nikkei Naik 1.08 persen pada 20074.24, mencapai rekor tertinggi sejak Agustus 2015, indeks ASX 200 naik 0,46 persen pada 5764.40. Sedangkan indeks Kospi Naik 0,77 persen pada 2362.55

Dari pasar komoditas, harga minyak mentah berjangka AS  naik tipis 0,1 persen, pada $ 48,36 per barel pada akhir perdagangan Jumat dinihari (2/06), setelah laporan penurunan yang lebih tinggi dari perkiraan pada persediaan mingguan A.S., mengatasi pesimisme investor terkait pemotongan produksi lanjutan OPEC akan cukup untuk menyeimbangkan pasar yang memiliki kelebihan pasokan.

Sedangkan harga emas berakhir turun 0,15 persen menjadi $ 1,266.20 per ons pada akhir perdagangan Jumat dinihari (2/06), setelah laporan tenaga kerja swasta naik mengalahkan perkiraan, meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga AS  dan mengangkat dolar AS.

Dari pasar valas Dolar AS mencapai level tertinggi satu minggu terhadap yen pada hari Jumat pagi terdukung meningkatnya data pekerjaan swasta AS. EURUSD turun 0,29 persen pada 1.1210. GBPUSD turun 0.07 % pada 1.2880. USDJPY naik 0,53 persen pada 111.35.  Pagi ini Dolar AS bergerak menguat setelah laporan tenaga kerja swasta naik mengalahkan perkiraan, meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga AS  dan mengangkat dolar AS.

Dari pasar modal Indonesia, pada penutupan perdagangan Rabu sore (31/05), Indeks Harga Saham Gabungan  naik 0,8% ke posisi 5738,15. Penguatan IHSG terdukung aksi beli saham investor lokal. Secara fundamental penguatan indeks bisa  datang dari kekuatan   bursa   saham   global   dan   kenaikan   harga minyak  mentah. Namun indeks  diwaspadai  bergerak negative oleh   profit   taking asing  lanjutan karena pelemahan rupiah. Secara teknikal  pergerakan   IHSG  untuk perdagangan selanjutnya, diperkirakan akan ada di kisaran support 5642-5680 dan resisten  5760-5795.  Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini:  BBCA, BSDE, EXCL dan ICBP.

Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here