Kekuatan Dollar Terpangkas Kembali Pada Sesi Asia 2 Juni

174

Masuki perdagangan forex sesi Asia hari Jumat (2/6) beberapa jam lalu dollar AS tidak pede bergerak rally melanjutkan perdagangan sebelumnya. Padahal dollar memiliki fundamental yang kuat dari laporan kinerja pasar tenaga kerja negeri tersebut pada bulan Mei, dibatasi oleh sentimen pengumuman Presiden AS Donald Trump sehubungan dengan posisi Amerika Serikat dalam perjanjian Climate Change.

Perdagangan sebelumnya dollar AS menerima kekuatan rally dari laporan ADP untuk penambahan jumlah tenaga kerja swasta di Amerika Serikat dalam indeks ADP employment change yang meningkat melebihi ekspektasi pasar sebelumnya. Namun kekuatan tersebut dibatasi oleh data klaim pengangguran yang meningkat melebihi ekspektasi.

Terhadap beberapa rival utamanya pagi ini semua bergerak positif dan menguat dengan penopang fundamentalnya sendiri kecuali yen dan poundsterling yang masih lanjutkan pergerakan bearishnya. Diantara rivalnya tersebut hanya aussie dan kurs komoditas pimpin penguatan lebih kuat pasca posisi harga minyak mentah yang lanjut bergerak bullish.

Untuk pergerakan selanjutnya dollar AS akan menerima sentimen yang negatif dari rilis data pasar tenaga kerjanya pada sesi Amerika malam nanti, seperti data NFP bulan Maret dan juga laporan upah per jam.  Namun

Indeks dollar yang menunjukkan kekuatan dollar AS terhadap banyak rival utamanya di tengah perdagangan forex sesi Asia naik  ke 97.21 dari  posisi  awal  sesi  pagi  pada  97.20 setelah perdagangan sebelumnya ditutup naik pada  97.21.

Joel/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here