Harga Gula ICE Akhir Pekan Merosot 3 Persen; Mingguan Anjlok Hampir 9 Persen

433

Harga gula berjangka di bursa komoditas ICE Futures New York akhir pekan Sabtu dinihari (03/06) berakhir anjlok terpicu berbagai sentimen bearish peningkatan produksi.

Indikator fundamental terus membebani, dengan ekspektasi meningkatnya pemulihan produksi India memicu kekhawatiran tentang surplus yang cukup besar yang terjadi pada musim 2017/18

Hujan lebat baru-baru ini di Brazil, yang membuat pasar rally bulan lalu karena kekhawatiran tentang gangguan panen jangka pendek, kemungkinan akan menguntungkan produksi dalam jangka panjang, dan menambah kekhawatiran akan pasokan yang berlebihan.

Kemunculan Ukraina sebagai pemain di pasar gula dunia, membuat harga murah dan jangkauan global yang meluas, dapat membatasi ambisi Uni Eropa untuk mendapatkan kembali posisinya sebagai eksportir utama setelah liberalisasi pasarnya tahun ini.

Pada penutupan perdagangan akhir pekan dini hari harga gula berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak Juli 2017 terpantau mengalami penurunan. Harga gula berjangka paling aktif tersebut ditutup anjlok sebesar -0,49 sen atau setara dengan -3,44 persen pada posisi 13.74 sen per ton.

Untuk minggu ini harga gula anjlok 8,70 persen. Pada minggu lalu harga gula merosot setiap harinya. Penyebab anjloknya harga gula terpicu melemahnya harga minyak mentah dan cuaca baik yang mendukung panen. Pelemahan juga terjadi terganjal peningkatan produksi India dan penurunan harga bahan bakar Brazil. Organisasi Gula Internasional mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka memperkirakan surplus gula global sekitar 3 juta ton pada 2017/18.

Malam nanti akan dirilis data ISM Non Manufacturing PMI Mei AS, yang diindikasikan melemah. Jika terealisir dapat menekan dollar AS.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga gula kasar berjangka di New York  pada perdagangan selanjutnya berpotensi menguat terbatas jika pelemahan dollar AS terealisir. Harga gula kasar berjangka di ICE Futures New York berpotensi menguji level Resistance pada posisi 14,70 sen dan 15,20 sen. Sedangkan level Support yang akan diuji jika terjadi penurunan harga ada pada posisi 13,70 sen dan 13,20 sen per pon.

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here