Harga Batubara Rotterdam Masih Diuntungkan Mundurnya AS Dari Perjanjian Iklim Paris

462

Pada akhir perdagangan Selasa dinihari (06/06), harga batubara Rotterdam naik mengabaikan pelemahan harga minyak mentah. Kenaikan harga batubara rotterdam positif masih terdorong mundurnya AS dari kesepakatan iklim Paris.

Presiden Trump baru-baru ini mengumumkan bahwa Amerika Serikat menarik diri dari Climate Agreement Paris, dan sementara proses untuk secara resmi menarik diri dari perjanjian iklim global akan memakan waktu bertahun-tahun, pengumuman tersebut merupakan indikasi niat pemerintah untuk menciptakan lingkungan bisnis yang lebih baik bagi Industri batubara Selain itu, kenaikan harga gas alam harus diterjemahkan ke dalam pertumbuhan produksi batu bara yang stabil di tahun-tahun mendatang.

Berdasarkan Perjanjian Iklim Paris, AS berkomitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 26-28% di bawah tingkat tahun 2005 pada tahun 2025. Seandainya AS menindaklanjuti komitmennya, hal itu akan menyebabkan substitusi batubara yang cepat dengan gas alam , Bahan bakar dengan emisi lebih rendah, untuk pembangkit listrik mulai 2020 dan seterusnya, ketika Perjanjian Iklim Paris mulai berlaku.

Lihat : Mundurnya AS Dari Kesepakatan Iklim Paris Akankah Menguntungkan Pasar Batubara?

Di akhir perdagangan harga batubara Rotterdam berjangka untuk kontrak Juli 2017 berada di posisi 77,75 dollar per ton. Harga komoditas tersebut mengalami penguatan sebesar 0,70 dollar atau setara dengan 0,91 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga batubara berjangka Rotterdam pada perdagangan selanjutnya berpotensi lemah jika minyak mentah terus melemah terpicu pemutusan hubungan Arab Saudi-Qatar dan peningkatan produksi AS. Harga batubara berjangka berpotensi menguji level Support pada posisi 77,25 dollar dan Support kedua di level 76,75 dollar. Sedangkan level Resistance yang akan diuji jika terjadi kenaikan harga ada pada posisi 78,25 dollar dan 78,75 dollar.

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here