Harga CPO 6 Juni Turun 1 Persen Tertekan Penguatan Ringgit dan Pelemahan Minyak

465

Harga CPO di bursa komoditas Malaysia pada perdagangan Selasa siang (06/06) bergerak lemah. Penurunan harga CPO malam ini terpicu menguatnya nilai tukar Ringgit terhadap dollar AS dan pelemahan harga minyak mentah.

Pada siang ini terpantau dollar AS melemah terhadap Ringgit. Terpantau kurs pasangan dollar AS-Ringgit, turun -0,1% pada 4.2585.

Penguatan Ringgit menjadikan harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi relatif lebih mahal bagi pembeli luar negeri sehingga permintaannya menurun.

Harga minyak mentah pada hari Selasa (06/06) di sesi Asia kembali meluncur dari sesi sebelumnya, dilanda kekhawatiran bahwa keretakan politik antara Qatar dan beberapa negara Arab akan merongrong upaya yang dipimpin oleh OPEC untuk memangkas kelebihan produksi. Demikian juga kenaikan yang terus berlanjut di produksi A.S. juga menyeret harga patokan minyak mentah.

Harga minyak mentah berjangka A.S. West Texas Intermediate (WTI) turun 21 sen atau 0,44 persen menjadi $ 47,19 per barel. Harga minyak mentah berjangka Brent diperdagangkan pada $ 49,26 per barel, turun 21 sen atau 0,42 persen.

Lihat : Harga Minyak Mentah Melemah Lagi di Sesi Asia

Penurunan harga minyak mentah menjadi pemicu sentimen negatif yang membuat harga CPO dalam trend melemah. Pelemahan harga minyak mentah membuat bahan bakar alternatif seperti yang dibuat dari CPO menurun permintaannya.

Harga CPO kontrak paling aktif di bursa komoditas Malaysia hari ini tampak mengalami pelemahan. Harga kontrak Agustus 2017 yang merupakan kontrak paling aktif melemah sebesar -23 ringgit atau -0,9 persen dan diperdagangkan pada posisi 2.476 ringgit per ton.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga CPO berjangka pada perdagangan selanjutnya berpotensi turun dengan potensi penguatan Ringgit dan pelemahan minyak mentah.

Harga CPO berjangka kontrak Agustus 2017 di bursa komoditas Malaysia berpotensi menguji level Support pada posisi 2.430 ringgit dan 2.380 ringgit. Sedangkan level Resistance yang akan diuji jika terjadi penguatan ada pada posisi 2.530 ringgit dan 2.580 ringgit.

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here