Indeks Nikkei 6 Juni Merosot, Yen Menguat Tajam

306
indeks nikkei

Indeks Nikkei merosot mengawali perdagangan di hari Selasa (06/06), karena sentimen penguatan yen dan kerugian di bursa Wall Street.

Pada perdagangan tengah hari, Nikkei tergerus -144,37 poin, atau -0,72 persen, pada level 20.0026,45, bergerak menjauh dari level tertinggi pada hari Jumat di level 20.239,81, yang merupakan level tertinggi sejak Agustus 2015 dan kemudian berhasil menembus resisten di level 20.000.

Bursa tertekan kondisi saham A.S. yang turun pada hari Senin dan mata uang yang kuat turut menekan saham-saham Jepang. Dolar turun 0,6 persen pada 109,76 yen, meluncur ke posisi terendah enam minggu, dan ekspektasi pasar yang besar bahwa Fed akan menaikan suku bunga pada pertemuan 13-14 Juni mendatang.

Selain itu, data ekonomi Jepang pada hari Selasa menambah kesuraman bagi pasar saham. Upah riil Jepang dilaporkan datar di bulan April dari periode yang sama tahun sebelumnya, dengan kenaikan harga mengimbangi kenaikan gaji dan mengurangi daya beli masyarakat.

Di tengah pelemahan indeks, saham Toshiba Corp berhasil naik 2,1 persen, setelah surat kabar Asahi melaporkan bahwa raksasa elektronik ini mempertimbangkan untuk memberi pembuat chip AS Broadcam Ltd hak eksklusif untuk bernegosiasi untuk membeli unit chipnya yang berharga.

Saham Pigeon Corp naik 4,2 persen setelah produsen produk perawatan anak ini memposting pendapatan yang lebih tinggi dan prospek yang optimis pada hari Senin.

Saham Oomitsu melonjak 25,2 persen setelah perusahaan mengatakan pada hari Senin, perusahaan akan melakukan pemecahan saham dua lawan satu pada 1 Juli untuk pemegang saham, yang terdaftar pada 30 Juni.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan indeks Tokyo akan bergerak lemah jika penguatan Yen berlanjut.

Evi/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center 
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here