Harga Minyak Mentah Sesi Asia Turun; Data EIA Akan Dicermati

421

Harga minyak mentah turun pada hari Rabu (07/06), terganjal peningkatan pasokan bahan bakar, meskipun ketegangan di Timur Tengah dan persediaan AS yang jatuh memberi dukungan.

Harga minyak mentah berjangka A.S. West Texas Intermediate (WTI) berada di $ 47,84 per barel, turun 35 sen atau 0,73 persen.

Harga minyak mentah berjangka Brent berada di $ 49,78 per barel pada, turun 34 sen atau 0,68 persen dari penutupan terakhir mereka. Brent berada 7 persen di bawah pembukaannya pada 25 Mei, ketika OPEC mengatakan bersama dengan produsen di luar kelompok seperti Rusia, akan memperpanjang produksi minyak mereka sampai kuartal pertama 2018.

Pedagang mengatakan bahwa sebuah bahan bakar yang terus berlanjut menekan harga di bawah tekanan kendati ada janji dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen lainnya untuk mengurangi produksi hampir 1,8 juta barel per hari (bpd).

Produksi dan konsumsi bahan bakar dunia kira-kira seimbang, hampir 98 juta barel per hari, meskipun persediaan tetap membengkak, kata Administrasi Informasi Energi A.S. (EIA) pada hari Selasa.

Upaya OPEC untuk memperketat pasar dapat dirusak oleh produksi A.S., yang menurut EIA bisa mencapai rekor 10 juta bpd tahun depan, naik dari 9,3 juta bpd sekarang. Itu hampir mendekati tingkat produksi eksportir utama Arab Saudi.

Namun, pasar sempat didukung oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan oleh tanda-tanda penurunan persediaan bahan bakar A.S. yang membengkak.

Sebuah kampanye oleh negara-negara Arab terkemuka, termasuk Arab Saudi, Mesir dan Uni Emirat Arab, untuk mengisolasi Qatar mengganggu perdagangan, termasuk minyak.

Di Amerika Serikat, persediaan minyak mentah turun sebesar 8,7 juta barel dalam minggu sampai 26 Mei, data dari American Petroleum Institute menunjukkan akhir Selasa. Namun persediaan bensin AS meningkat.

Malam nanti akan dirilis data persediaan minyak mentah mingguan oleh EIA, yang diindikasikan akan ada penurunan persediaan minyak mentah namun masih di bawah perkiraan, sedangkan persediaan bensin diindikasikan meningkat.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak mentah berpotensi turun dengan peningkatan persediaan bensin AS, juga ketegangan di Timur Tengah dan peningkatan produksi AS. Harga minyak mentah diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support $ 47,30-$ 46,80, dan jika harga naik akan menguji kisaran Resistance $ 48,30-$ 48,80.

Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here