Harga Gula ICE Akhir Pekan Turun; Mingguan Melonjak Hampir 4 Persen

494

Harga gula berjangka ICE ditutup turun pada akhir perdagangan bursa ICE Futures New York akhir pekan Sabtu dinihari (10/06). Harga komoditas ini mengalami pelemahan tertekan melemahnya permintaan Tiongkok.

China mengurangi perkiraan impor gula 2017/18 menjadi 3,2 juta ton dari 3,5 juta ton.

Pada penutupan perdagangan Sabtu dinihari tadi harga gula berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak Juli 2017 terpantau turun. Harga gula berjangka paling aktif tersebut ditutup turun sebesar 0,07 sen atau setara dengan 0,49 persen pada posisi 14,27 sen per pon.

Untuk minggu ini harga gula melonjak 3,86 persen. Lonjakan harga gula didukung sentimen bullish perkiraan penurunan surplus produksi, gangguan cuaca yang mengganggu produksi dan peningkatan permintaan.

Copersucar, koperasi gula terbesar di dunia, mengurangi perkiraan untuk produksi gula pusat-selatan Brasil dan memberikan dukungan lebih lanjut dengan menyatakan bahwa merosotnya harga dunia dalam gula dapat menyebabkan penggilingan menguntungkan etanol.

Dealer mengatakan pasar sedang memantau cuaca di Brazil, di mana perkiraan untuk hujan lebih lanjut dapat menyebabkan gangguan jangka pendek terhadap produksi di kantong kawasan tebu.

Laporan cuaca India yang menyatakan hujan monsun akan mencapai 98 persen dari rata-rata jangka panjang tahun ini, 2 persen lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya.

Dealer juga mencatat harga gula dunia yang rendah, tampaknya memacu minat membeli, karena baik Iran maupun Mesir berusaha untuk membeli gula mentah.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa harga gula berjangka untuk perdagangan selanjutnya berpotensi menguat terbatas jika gangguan cuaca terus terjadi dan menekan produksi. Namun jika penguatan dollar AS berlanjut, dapat menekan harga. Harga gula kasar berjangka di ICE Futures New York berpotensi menguji level Resistance pada posisi 14,80 sen dan 15,30 sen. Sedangkan level Support yang akan diuji jika terjadi penurunan harga ada pada posisi 13,80  sen dan 13,30 sen.

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here