Market Outlook June 12-16, 2017

339

Minggu lalu bursa pasar modal di Indonesia terpantau agak melemah 1% oleh aksi profit taking terutama dari investor asing di tengah bursa regional yang mixed, sehingga secara mingguan bursa ditutup terkoreksi ke level 5,675.52.

Untuk minggu berikutnya (12-16 Juni), IHSG nampaknya masih dalam konsolidasi sementara menantikan lagi signal sentimen bursa global dan kawasan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di posisi 5765 dan 5875, sedangkan support di level 5577 dan kemudian 5486.

Mata uang rupiah seminggu lalu terlihat mengalami penguatan terbatas dalam pasar yang masih stabil, di mana secara mingguan rupiah sedikit menguat di level 13,288. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 13,365 dan 13,434, sementara support di level 13,261 dan 13,243.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

  • Dari kawasan Amerika:berupa rilis data PPI m/m pada Selasa malam; berikutnya rilis Core CPI m/m, Core Retail Sales m/m, dan Crude Oil Inventories pada Rabu malam; diikuti dengan pengumuman Federal Funds Rate pada Kamis dini hari yang diperkirakan naik 25 bp menjadi 1.25%; dilanjutkan dengan data tenaga kerja Unemployment Claims pada Kamis malam.
  • Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis data CPI y/y Inggris pada Selasa sore; selanjutnya rilis pengumuman Official Bank Rate dari MPC – BOE pada Kamis sore yang diperkirakan bertahan di level rendah 0.25%.
  • Dari kawasan Asia Australia:berupa rilis data Industrial Production y/y China pada Rabu pagi; dilanjutkan dengan pengumuman BI 7-Day Repo Rate pada Kamis siang yang kemungkinan masih di level 4.75%.

Pasar Forex
Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar menguat terdongkrak oleh tergelincirnya pound sterling setelah PM Inggris Theresa May kehilangan posisi mayoritasnya di parlemen, di mana secara mingguan index dollar AS menguat ke level 97.27. Sementara itu, pekan lalu euro dollar terpantau turun ke level 1.1194. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.1284 dan kemudian 1.1300, sementara support pada 1.1108 dan 1.0838.

Poundsterling minggu lalu terlihat merosot ke level 1.2730 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.3046 dan kemudian 1.3121, sedangkan support pada 1.2634 dan 1.2500. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir stabil seputar level 110.21. Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 113.12 dan 114.36, serta support pada 109.10 serta level 108.12. Sementara itu, Aussie dollar terpantau menguat ke level 0.7528. Range minggu ini akan berada di antara support level di 0.7372 dan 0.7288, sementara resistance level di 0.7565 dan 0.7609.

Bursa Saham
Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum agak mixed dengan isyu politik dari Inggris yang dapat mengganggu proses Brexit ke depannya. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau melemah ke level 20,010. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 20245 dan 20680, sementara support pada level 19285 dan lalu 18840. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir menguat ke level 26030, termasuk posisi 21 bulan tertingginya. Minggu ini akan berada antara level resistance di 26260 dan 27470, sementara support di 25025 dan 23723.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau mixed dengan Dow mencetak rekor baru dan S&P agak terkoreksi oleh turunnya saham-saham tekno. Dow Jones Industrial secara mingguan menguat dalam rekor ke level 21226.08, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 21302 dan 21250, sementara support di level 20893 dan 20754. Index S&P 500 minggu lalu sedikit terkoreksi ke level 2431.77, dari level intraday tertingginya, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 2446 dan 2500, sementara support pada level 2372 dan 2347.

Pasar Emas
Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau tertekan oleh penguatan dollar yang diuntungkan oleh ketidakstabilan politik di Inggris, sehingga berakhir dalam harga emas dunia yang melemah ke level $1267.25 per troy ounce. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistance di $1295 dan berikut $1337, serta support pada $1246 dan $1215. Di Indonesia, harga emas terpantau agak menguat ke level Rp540,993.

Ada sejumlah indikator data ekonomi kerap menjadi penggerak pasar, sementara sebagian data ekonomi lainnya sepertinya tidak berdampak terhadap harga di pasar investasi. Kadang seorang investor individual terkecoh dengan pilihan dan analisis fundamental data ekonomi. Hal itu dapat dimengerti kalau tidak mempelajari situasi pasar sebelumnya.  Demikianlah, fluktuasi pasar dan data perlu dipelajari hubungan dan kaitannya. Kalau Anda mengalami kesulitan mempelajari dan melihat contohnya, lihat saja Vibiznews.com. Sejumlah data lengkap dengan analisis seketikanya langsung tersaji tiap kali rilis berita ekonomi penting diumumkan. Itu akan memberikan gambaran arah pasar selanjutnya. Begitulah, kami ada hanya untuk sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

alfred

By Alfred Pakasi ,

CEO Vibiz Consulting
Vibiz Consulting Group

 

 

 

 

 

Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here