Tingkat Pengangguran Mei Korea Selatan Turun Terendah 4 Bulan

908

Tingkat pengangguran Korea Selatan turun di bulan Mei karena ekonomi terbesar keempat di Asia ini menunjukkan beberapa tanda pemulihan, demikian data pemerintah menunjukkan pada hari Rabu (14/06).

Tingkat pengangguran mencapai 3,6 persen bulan lalu, turun 0,1 poin persentase dari bulan yang sama tahun lalu, menurut laporan yang disusun oleh Statistik Korea. Dari bulan sebelumnya, turun 0,6 poin persentase. Angka tersebut merupakan penurunan terendah sejak Januari 2017.

south-korea-unemployment-rate@2x

Jumlah orang yang dipekerjakan mencapai rekor 26,82 juta di bulan Mei, naik 375.000 dari tahun sebelumnya.

Tingkat pengangguran untuk kaum muda, yang berusia antara 15 hingga 29, adalah 9,3 persen, turun dari 9,7 persen yang dihitung setahun sebelumnya dan dari April 11,2 persen.

Tingkat pekerjaan naik 0,3 persen menjadi 61,3 persen bulan lalu dari tahun sebelumnya, dengan angka yang sesuai untuk kaum muda juga menguat 0,7 persen menjadi 43,4 persen.

Kantor statistik mengatakan kenaikan lapangan kerja di sektor konstruksi dan real estat berkontribusi terhadap keseluruhan tingkat pengangguran di bulan Mei.

Pembangun lokal baru mempekerjakan 162.000 pekerja bulan lalu karena ledakan baru-baru ini di pasar properti, sementara agen real estat dan perusahaan jasa penyewaan mempekerjakan 58.000 orang lagi bulan lalu.

Sektor grosir dan ritel juga bergulir saat mereka memperluas gaji mereka sebanyak 52.000 pekerja bulan lalu.

Di sisi lain, sektor manufaktur, yang menyumbang seperlima dari total perekrutan negara tersebut, tetap merosot karena 4,5 juta orang bekerja di sektor ini bulan lalu, turun 25.000 dari tahun sebelumnya.

Pabrikan lokal baru merekrut sekitar 150.000 orang setiap bulannya sepanjang tahun 2015, dengan jumlah memuncak pada 191.000 di bulan Oktober tahun itu. Namun angka tersebut merosot menjadi 20.000 pada Juni tahun lalu dan mencatat pertumbuhan negatif bulan berikutnya untuk pertama kalinya dalam 49 bulan karena negara tersebut menghadapi pelemahan ekspor.

Namun, turunnya tingkat pekerjaan baru yang tercipta dari sektor manufaktur yang lesu telah melambat selama berbulan-bulan ke penurunan bulanan 62.000 pada bulan April dan penurunan 25.000 di bulan Mei setelah mencapai angka di 160.000 di bulan Januari. Perkembangan tersebut mencerminkan kenaikan ekspor negara tersebut.

Perekonomian Korea Selatan nampaknya telah memasuki siklus terbalik karena ekspornya, penggerak ekonomi utama, mencatat pertumbuhan ketujuh bulan berturut-turut sejak November tahun lalu didukung oleh meningkatnya perdagangan global.

Pejabat tenaga kerja negara tersebut menunjukkan bahwa manufaktur, tulang punggung pertumbuhan, masih terlalu lemah untuk mempekerjakan lebih banyak pekerja dan tingkat lapangan kerja untuk orang-orang berusia 20an turun menjadi 58,8 persen bulan lalu dari 59,3 persen tahun sebelumnya.

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in telah menekankan keinginannya untuk menawarkan pekerjaan berkualitas bagi kaum muda dan memetakan anggaran tambahan 11,2 triliun won (US $ 9,94 miliar) minggu lalu untuk menciptakan 110.000 pekerjaan dan meningkatkan ekonomi.

Doni/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center 
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here