IHSG 15 Juni Berakhir Lemah; Rupiah Turun, Profit Taking Asing Terjadi

317

Pada penutupan perdagangan Kamis sore (15/06), Indeks Harga Saham Gabungan berakhir turun 0,29 persen, pada 5776,28. Sedangkan indeks LQ 45 berakhir turun 0,41 persen pada 970,16. Pelemahan IHSG tertekan pelemahan mata uang Rupiah.

Mata uang Rupiah berakhir lemah sore ini. Pasangan kurs USDIDR menguat 0,07 persen pada 13,286.

Pelemahan Rupiah terpicu keputusan The Fed menaikkan suku bunga AS.

Federal Reserve AS menaikkan suku bunga untuk kedua kalinya dalam tiga bulan pada Kamis dinihari (15/06) dan mengatakan akan mulai mengurangi kepemilikan obligasi dan surat berharga lainnya tahun ini, menandakan kepercayaannya pada ekonomi A.S. yang berkembang dan penguatan pasar kerja.

The Fed mengangkat suku bunga acuan sebesar seperempat persen dari kisaran target 1,00 persen menjadi 1,25 persen dan memperkirakan kenaikan satu lagi tahun ini, the Fed tampaknya sebagian besar mengabaikan data ekonomi yang mixed baru-baru ini.

Lihat : The Fed AS Naikkan Suku Bunga dan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi

Sore ini IHSG berakhir dengan 144 saham menguat, 194 saham melemah dan 122 saham stagnan. Transaksi saham terjadi sebanyak 69,94 juta saham dengan nilai nominal Rp.5,43 triliun, dengan frekuensi sebanyak 280,000 kali.

Sore ini IHSG tertekan oleh 8 sektor yang negatif, dengan pelemahan tertinggi sektor Aneka Industri yang merosot 2,31 persen.

Namun sore ini terjadi aksi jual saham investor asing. Terpantau dana asing yang keluar pasar modal mencapai net Rp270,06 miliar.

Siang tadi telah dirilis data perdagangan Indonesia yang membukukan hasil peningkatan ekspor dan impor bulan Mei yang naik 8 bulan berturut-turut.

Lihat : Ekspor dan Impor Mei Indonesia Naik 8 Bulan Berturut; Surplus Perdagangan Menyempit

Namun hasil positif tersebut belum mampu mengangkat IHSG sore ini.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya IHSG dapat tertekan jika penguatan dollar AS terjadi pasca kenaikan suku bunga AS. Namun optimisme ekonomi Indonesia diharapkan menguatkan perdagangan IHSG. Secara teknikal IHSG akan bergerak dalam kisaran Support 5756-5736, dan kisaran Resistance 5786-5806.

Doni/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center 
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here