Dollar AS Kuat; Wall Street Dilemahkan Saham Teknologi

489

Bursa saham A.S. ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat dinihari (16/06) terganjal lagi kinerja buruk saham teknologi besar. Dow Jones turun 0,07% di 21,359.90 dengan penurunan tertinggi saham Nike, SP500 tergelincir 0,22% ke 2432,46 dengan sektor bahan memimpin tujuh sektor yang lebih rendah serta Nasdaq merosot 0,47% ke 6,165.50.

Perdagangan bursa saham Asia pagi ini dibuka mixed pengaruh penurunan saham Teknologi pada bursa Wall Street, Nikkei naik 0,51% ke 19.933,20, ASX 200 naik 0,34% ke 5782,70 serta Kospi turun 0,01% ke 2.361,47.

Dari pasar komoditas, harga emas turun 0,54% menjadi USD 1.,253.84 per troy ons ke level terendah tiga minggu pada akhir perdagangan hari Jumat (16/06), terbebani penguatan dollar AS karena investor mulai menilai potensi kenaikan suku bunga A.S. lainnya di tahun ini, didukung oleh data pekerjaan A.S. yang kuat. Harga minyak mentah turun 0,6% menjadi USD 44,46 per barel ke posisi terendah enam minggu pada akhir perdagangan Jumat dinihari (16/06), tertekan persediaan global yang tinggi dan keraguan tentang kemampuan OPEC untuk menjalankan pemotongan produksi yang disepakati.

Dari pasar valas, Dolar naik ke level tertinggi dalam lebih dari dua minggu pada hari Kamis karena pembacaan solid pada ekonomi A.S. EURUSD turun 0,65% ke  level 1.11440. GBPUSD naik 0,04% ke level 1.27538. USDJPY naik 1,24% ke level 110.919.

Dari pasar modal Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan hari Kamis (15/6) turun 0,3% ke posisi 5776. Pelemahan IHSG tertekan pelemahan mata uang Rupiah. Tekanan jual terhadap saham-saham besar masih berlanjut oleh kekuatan dollar AS dan juga anjloknya harga minyak mentah yang menekan bursa saham global. Hari ini, IHSG diperkirakan akan berada di kisaran support 5710-5755 dan kisaran resistance 5810-5836. Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini : BBRI, KLBF, LPPF dan SCMA.

Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here