Harga CPO 22 Juni Bergerak Lemah; Permintaan Lambat, Harga di Bursa Dalian Turun

709

Harga CPO di bursa komoditas Malaysia pada perdagangan Kamis siang (22/06) bergerak lemah. Harga CPO berada dalam penurunan hari ketiga berturut-turut mencapai titik terendah dalam seminggu, terganjal sentimen bearish perlambatan permintaan dan penurunan minyak kedelai di bursa Dalian.

Pedagang mengatakan produksi bulan ini mungkin akan meningkat dan ekspor tidak begitu bagus, dan memperkirakan angka ekspor dari surveyor kargo menurun lebih lanjut setelah perayaan Idul Fitri berakhir minggu depan.

Umumnya terjadi penurunan ekspor minyak kelapa sawit setelah bulan Ramadan, karena pembeli persediaan persediaan sebulan sebelum perayaan dimulai.

Pengiriman untuk periode 1-20 Juni turun 14-16% dibandingkan periode yang sama bulan lalu, menurut data dari dua surveyor kargo pada hari Selasa.

Pada minyak terkait lainnya, minyak kedelai di Chicago Board of Trade sedikit naik 0,1%, sementara minyak kedelai September di Dalian Commodity Exchange turun 0,3%. Kontrak olein sawit September turun hingga 0,4%.

Harga CPO kontrak paling aktif di bursa komoditas Malaysia hari ini tampak mengalami pelemahan. Harga kontrak September 2017 yang merupakan kontrak paling aktif melemah sebesar -12 ringgit atau -0,5 persen dan diperdagangkan pada posisi 2.430 ringgit per ton.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga CPO berjangka pada perdagangan selanjutnya berpotensi lemah dengan pelemahan permintaan dan penurunan harga minyak saingannya.

Harga CPO berjangka kontrak September 2017 di bursa komoditas Malaysia berpotensi menguji level Support pada posisi 2.380 ringgit dan 2.330 ringgit. Sedangkan level Resistance yang akan diuji jika terjadi kenaikan ada pada posisi 2.480 ringgit dan 2.530 ringgit.

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here