Kekuatan Rupiah Kamis Pagi (22/6) Dipangkas BI

481

Tekanan profit taking yang dialami dollar AS terhadap banyak mata uang rivalnya masih terus berlanjut hingga perdagangan sesi Asia hari Kamis (22/6), dan berhasil mengangkat rupiah awal sesi. Setelah perdagangan dibuka rupiah alami koreksi dan bergerak negatif seiring dengan pelemahan kurs referensi rupiah oleh BI.

Pergerakan rupiah yang negatif   terhadap dollar AS pagi ini   membuat investor asing banyak tarik modalnya dari  bursa saham,  sehingga membentuk net sell sebesar Rp68 miliar lebih. Tekanan kuat investor asing  tersebut sempat memberikan pukulan bagi IHSG yang sedang bergerak dalam zona merah namun bangkit kembali.

Lihat: IHSG 22 Juni Dibuka Naik; Pelemahan Minyak Mentah Masih Mengancam

Pergerakan kurs rupiah di pasar spot pagi ini bergerak negatif dengan posisi terkini flat dari akhir perdagangan sebelumnya dan kini bergerak pada kisaran Rp13318/US$ setelah  dibuka kuat pada level Rp13307/US$. Demikian untuk kurs tengah yang di tetapkan BI  lebih lemah dari perdagangan sebelumnya di 13319 dari 13301.

Untuk pergerakan kurs Rupiah di pasar spot selanjutnya  masih berpotensi melanjutkan penguatan. Sehingga  analyst Vibiz Research Center memperkirakan rupiah bergerak di level support di 13330 dan  resistance di 13300.

H Bara/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here