Harga Batubara Rotterdam Juni Naik 2,65 Persen; Semester I-2017 Melonjak 20 Persen

787

Pada akhir perdagangan akhir pekan Sabtu dinihari (01/07), harga batubara Rotterdam naik terdorong penguatan harga minyak mentah.

Harga minyak mentah naik untuk sesi ketujuh berturut-turut pada perdagangan tipis pada akhir pekan Sabtu dinihari (01/07), terdukung sentimen penurunan pasokan mingguan AS, namun kekuatiran kekenyangan global masih membayangi. Pelemahan dollar AS juga mendukung kenaikan minyak mentah.

Harga minyak mentah A.S. berakhir naik $ 1,11 lebih tinggi, naik 2,5 persen, pada $ 46,04 per barel, setelah menambahkan 7 persen minggu ini. Harga minyak mentah berjangka Brent naik 48 sen menjadi $ 47,90 per barel pada pukul 2:38 pagi. ET (1838 GMT) dan telah menguat 5 persen minggu ini.

Lihat : Harga Minyak Mentah Semester I-2017 Anjlok 14 Persen, Tergerus Kekuatiran Kelebihan Pasokan Global

Di akhir perdagangan harga batubara Rotterdam berjangka untuk kontrak Oktober 2017 berada di posisi 77,55 dollar per ton. Harga komoditas tersebut mengalami penguatan sebesar 0,40 dollar atau setara dengan 0,52 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.

Untuk minggu ini harga batubara rotterdam naik 0,65 persen, sebagian besar terdukung kenaikan minyak mentah. Namun kenaikan tertahan lebih jauh setelah larangan impor Tiongkok.

Untuk bulan Juni harga batubara melonjak 2,65 persen, sebagian besar terdukung kenaikan minyak mentah dan pelemahan dollar AS. Juga terdukung sentimen mundurnya AS dari perjanjian iklim Paris, dan kenaikan impor minyak Tiongkok.

Untuk semester I tahun 2017 ini harga batubara melonjak 20,23 persen.

Untuk kuartal pertama tahun 2017 ini harga batubara melonjak 4,33 persen. Bulan Januari melonjak sekitar 7 persen, terdukung melonjaknya harga minyak mentah dan terjadinya penurunan produksi batubara AS tahun 2016. Bulan Februari melonjak 2 persen terpicu meningkatnya ekspor batubara kokas AS, kenaikan harga minyak mentah, pelemahan dollar AS. Namun bulan Maret, harga batubara merosot -1,5 persen, sebagian besar terganjal pelemahan minyak mentah dan penurunan permintaan Tiongkok.

Untuk Bulan April meningkat 2,53 persen, terdukung pelemahan dollar AS, peningkatan permintaan Tiongkok, lonjakan minyak mentah dan serangan Topan Debbie yang memicu pengetatan pasokan.

Untuk bulan Mei sempat terjadi lonjakan besar pada minggu ketiga yang melonjak 5,71 persen, sebagian besar terdukung kenaikan minyak mentah dan pelemahan dollar AS.

Malam nanti akan dirilis data ISM Manufacturing PMI Juni AS yang diindikasikan menguat. Jika terealisir akan menguatkan dollar AS.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga batubara berjangka Rotterdam pada perdagangan selanjutnya berpotensi lemah jika dollar AS terealisir menguat. Harga batubara berjangka berpotensi menguji level Support pada posisi 77,00 dollar dan Support kedua di level 76,50 dollar. Sedangkan level Resistance yang akan diuji jika terjadi kenaikan harga ada pada posisi 78,00 dollar dan 78,50 dollar.

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here